Jumat, 22 Mei 2026

Berita Bangka Belitung

DPKP Babel Ungkap Penyebab Turunnya Harga TBS Kelapa Sawit

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel menyebut penurunan harga tandan buah segar kelapa sawit dipengaruhi melemahnya harga ...

Tayang:
Bangkapos.com/Cepi Marlianto/Cepi Marlianto
Ilustrasi TBS SAWIT 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ), Kurniawan, mengatakan penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Bangka Belitung dipengaruhi rendahnya harga crude palm oil (CPO) dan kernel pada periode 17–31 Mei 2026.

Menurutnya, perkembangan harga terbaru akan kembali dihitung pada penetapan harga berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Juni 2026 mendatang, dengan mempertimbangkan kondisi harga CPO dan berbagai faktor lain yang memengaruhi pasar.

“Harga TBS turun memang disebabkan harga CPO dan kernel rendah, informasi dari pabrik, kata pengusahanya seperti itu. Tentu kita harapkan harga sebaik mungkin,” kata Kurniawan kepada Bangkapos.com, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan, mekanisme penetapan harga TBS dilakukan berdasarkan data yang diterima dari perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit (PKS). Data tersebut kemudian diinput dan dihitung oleh tim penetapan harga.

"Nanti ada perhitungan harga, tergantung data yang masuk dari perusahaan yang kita input setiap bulannya. Dilakukan secara rutin dua kali dalam sebulan, setiap tanggal 7 dan 17," ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Provinsi Babel, Kurniawan
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Provinsi Babel, Kurniawan (Bangkapos.com/Riki Pratama/Riki Pratama)

Kurniawan juga mendorong para petani sawit di Babel, untuk bermitra dengan perusahaan sawit. Sehingga mendapatkan harga sesuai ketetapan pemerintah daerah bersama dengan sejumlah perusahaan sawit.

"Kami mendorong petani bermitra dengan perusahaan, karena harga petani yang tidak bermitra di luar itu tidak bisa kita atur,"katanya.

Ia menyebutkan, informasi yang diterima dari pihak pabrik menunjukkan harga pasar CPO memang sedang mengalami tekanan. 

Meski demikian, pemerintah daerah berupaya menjaga stabilitas harga agar petani tidak terlalu dirugikan.

"Kami mengharapkan petani bisa bermitra sehingga mendapatkan harga sesuai yang kami rilis setiap bulannya," tutupnya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved