Bantu Renovasi Rumah, Warga Apresiasi Pemda Bangka Barat

Warga penerima bantuan renovasi rumah dari Pemerintah Kabupaten Bangka Barat (Babar) lewat bantuan program pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)

Bantu Renovasi Rumah, Warga Apresiasi Pemda Bangka Barat
Ist/Humas Pemkab Bangka Barat
Bupati Bangka Barat, Markus saat memberikan secara simbolis bantuan Rumah Layak Huni kepada perwakilan masyarakat penerima bantuan. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Warga penerima bantuan renovasi rumah dari Pemerintah Kabupaten Bangka Barat (Babar) lewat bantuan program pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Barat.

Pemkab Bangka Barat merenovasi 110 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang mendapat bantuan keuangan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah dengan total anggaran Rp. 2 miliar lebih.

Pemugaraan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tersebut merupakan bantuan dari pemerintah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang disalurkan lewat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Bupati Bangka Barat, Markus saat penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan penerima bantuan, Senin (12/8), mengatakan program bantuan dari pemerintah ini sangat berguna dan diharap semakin memperkecil jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) demi terwujudnya kesejahteraan sosial di Bangka Barat.

"Peran Pemda dalam menciptakan percepatan pembangunan perumahan di Babar salah satunya diwujudkan lewat program bantuan rumah swadaya yang diberikan dalam bentuk bantuan renovasi rumah ini. Ke depan, kita ingin di Bangka Barat ini semua masyarakatnya menempati Rumah Layak Huni (RLH)," ujar Markus.

Kurnia, salah satu warga desa Air Belo yang menerima bantuan perbaikan rumah tidak layak huni oleh Pemkab Babar sangat terharu dan gembira karena tidak terbayangkan olehnya akan adanya perbaikan rumahnya yang selama ini kurang layak ditempati.

"Terimakasih untuk kepedulian Pak Bupati Markus dan Pemda Bangka Barat bagi kami masyarakat kurang mampu. Semoga ke depan semakin banyak warga kurang mampu juga mendapat bagian sebagai penerima bantuan bagi yang rumahnya tak layak huni," ucap Kurnia.

Senada disampaikan Anel, warga desa Belo Laut. Pria paruh baya yang rumahnya direhab mengucapkan terima kasih dan rasa syukur karena jika tidak adanya bantuan dari pemerintah, entah kapan rumahnya direhab karena untuk biaya sehari-hari saja masih susah mencarinya akibat himpitan ekonomi.

"Bersyukur banget ya saya berterima kasih pada Pemda Bangka Barat dan dinas perumahan dan pemukiman untuk bantuan ini. Semoga ke depan makin banyak yang dibantu karena di desa kami masih banyak warga yang rumahnya beratap daun nipa," kata Anel.

"Saya juga sangat bersyukur dan terimakasih untuk pemerintah yang sudah bantu kami warga kurang mampu ini. Semoga Bangka Barat ke depan semakin hebat," timpal Agus, warga RT 1 Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Muntok.

Untuk diketahui, Pemkab Bangka Barat melalui Dinas Perumahan, Pemukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) pada tahun ini melakukan renovasi terhadap 110 KK yang rumahnya tergolong Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) lewat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

"Penerimanya 110 KK dengan alokasi setiap penerima Rp. 17.500.000. Untuk sumber dananya berasal dari Dana Alokasi Khusus infrastruktur bidang perumahan senilai Rp 2 miliar lebih," ujar Thomas Regan dari Disperkimhub Babar.

Adapun 110 KK penerima bantuan itu, beber Thomas, berasal dari 3 kelurahan dan 4 desa se-kecamatan Muntok dengan rincian; Kelurahan Tanjung 40 unit, Kel. Sungai Daeng 15 unit, Kel. Sungai Baru 15 unit, desa Air Putih 10 unit, desa Air Limau 10 unit, desa Air Belo 10 unit, desa Belo Laut 10 unit.

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved