Rabu, 15 April 2026

Wiki Bangka

WIKI BANGKA - Pendakwah Ini Pilih Terjun Ke Politik Ikuti Jejak Sang Ayah

Dede Purnama Alzulami, atau yang akrab disapa Ustadz Dede adalah seorang yang lebih dikenal luas oleh masyarakat Babel sebagai pendakwah

Editor: nurhayati
Ist/Dede
Caleg Terpilih DPRD Provinsi Babel, Dede Purnama Alzulami. 

BANGKAPOS.COM-- Dede Purnama Alzulami, atau yang akrab disapa Ustadz Dede adalah seorang yang lebih dikenal luas oleh masyarakat Bangka Belitung (Babel) sebagai seorang pendakwah.

Namun siapa sangka pria yang bulan ini akan genap berusia 35 tahun ini merupakan satu diantara calon legislatif (caleg) terpilih untuk pemilihan DPRD Provinsi Babel.

Saat bercerita kepada Bangkapos.com Dede mengaku jika dunia politik bukanlah hal yang baru bagi di keluarganya, sang ayah ternyata merupakan satu diantara deklarator Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Babel.

"Jadi kami dari kecil sudah akrab di dunia politik, dan kami bersyukur bisa belajar politik langsung dari ayah," ujar Dede, Selasa (13/8) di teras rumahnya saat dikunjungi Bangkapos.com

Dede kecil sudah terbiasa melihat dan mendengar langsung pembahasan terkait politik, dikarenakan rekan satu partai sang ayah yang sering berkumpul dan berbincang perihal politik di kediamannya.

Semakin dewasa ia semakin tertarik dengan dunia politik, pada saat masih duduk di bangku SMA dan kuliah misalnya, meskipun ia tidak terlibat langsung di dalam partai, namun ia sudah menjadi simpatisan.

Barulah saat di tahun 2013 ia murni terlibat menjadi anggota partai PPP, dan mendapat jabatan sebagai biro dakwah, dan untuk sekarang ia menjabat sebagai wakil ketua badan pemenangan pemilu (Bapilu) untuk wilayah kota Pangkalpinang.

Pria lulusan S1 Universitas Cairo Mesir ini mengatakan ia memilih jalur politik dikarenakan ada banyak hal yang bisa dilakukan.

Diakuinya, jika politik hari ini dapat memberikan banyak peran, baik pribadi, keluarga, maupun lingkungan masyarakat.

Ia mengatakan jika politik bukanlah sebuah tujuan, melainkan sebagai jalan untuk mencapai tujuan tersebut.

Dede mengatakan jika ia memiliki cita-cita yang jauh dalam dunia pendidikan, dan ia memiliki misa dalam dunia dakwah yang selama ini ia geluti.

"Pendidikan, dakwah, dan sosial tak bisa dilepaskan dari politik itu sendiri, artinya jika saat ini saya berada di dunia politik, saya masih tetap berada di dunia saya sekarang, bahkan saya meluaskan lingkungan tersebut,"

Pada saat melakukan kampanye, Dede mengatakan jika ia adalah satu diantara caleg yang kesulitan pada saat menerangkan strategi ia berkampanye, ia memiliki keyakinan bahwa semua sudah diatur oleh Allah SWT, tinggal bagaimana cara berikhtiar.

Sehingga langkah pertama yang ia lakukan adalah mengetuk pintu langit dengan cara berdoa kepada Allah SWT, ia meminta doa semua orang, baik orang tersebut mau mendukungnya atau tidak.

Ia juga menganggap jika masyarakat sudah cerdas, dan masyarakat bisa menilai siapa dirinya di lingkungannya. Ia memberikan istilah "Barang siapa yang menanam maka ia akan menuai yang ia tanam".

Tekadnya untuk menjadi seorang wakil rakyat semakin kuat ketika ia berdiskusi kepada orang tua dan Istrinya, terkait keinginannya untuk maju sebagai seorang calon wakil rakyat.

"Karena ibu dan istri saya paling tahu siapa saya, akhirnya mereka menyetujui, tanpa pikir panjang, tanpa perduli omongan orang, saya maju," jelas Dede. (Bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved