Terungkap Identitas Pengeksekusi Briptu Heidar, Peluru Kena Kepala saat Melarikan Diri dari KKB

Ini Identitas Pengeksekusi Briptu Heidar Polisi Asal Sulsel, Peluru Kena Kepala saat Melarikan Diri

Terungkap Identitas Pengeksekusi Briptu Heidar, Peluru Kena Kepala saat Melarikan Diri dari KKB
Facebook Komunitas Cinta Polri
Polisi hancurkan satu di antara markas kelompok kriminal bersenjata (KKB) di pedalaman Papua 

Mahir Bahasa Jerman

Dari sisi akademis, Heidar memiliki keahlian khusus dalam berbahasa karena ia mahir berbahasa Jerman.

Ia memaklumi capaian yang diperoleh Heidar karena yang bersangkutan dikenal sebagai sosok personel yang disiplin, ulet, dan jujur, serta bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh pimpinan.

Jenazah Briptu Heidar telah tiba di Bandara Moses Kilangin, Timika dan akan diterbangkan ke kampung halaman dengan menggunakan pesawat Sriwijaya SJ 589 pada pukul 14.00 WIT.

Nagita Mendadak Menangis, Raffi Terkejut Asisten Merry Pamit Pulang & Takkan Kembali, Mau Dijodohkan

Kronologi Penyekapan

Diberitakan sebelumnya, kejadian tersebut bermula pada Senin sekitar pukul 11.00 WIT.

Briptu Heidar dan Bripka Alfonso Wakum sedang melaksanakan tugas penyelidikan di wilayah Kabupaten Puncak dengan mengendarai sepeda motor.

Saat melintas di Kampung Usir, Briptu Heidar dipanggil oleh teman, warga setempat, sehingga Bripka Alfonso Wakum memberhentikan kendaraan.

Selanjutnya, Briptu Heidar menghampiri teman tersebut, sedangkan Bripka Alfonso Wakum menunggu di motor.

Pada saat Briptu Heidar berbicara dengan teman tersebut, tiba-tiba sekolompok orang datang dan langsung membawa (menyandera) Briptu Heidar.

Setelah kejadian tersebut, Bripka Alfonso Wakum langsung kembali dengan sepeda motor dan melaporkan peristiwa tersebut ke pos polisi di Kago Kabupaten Puncak.

Waspada, 34 Ponsel Snapdragon ini Harus Update Keamanan, Ternyata Ada Celah Berbahaya, Ini jelasnya

Egianus Kogoya Terlibat?

Mengenal Egianus Kogoya, sosok diduga di balik gugurnya 2 putra Sulsel, Briptu Heidar dan Sertu anumerta Yusdin.

Selama tahun 2019, sudah 2 putra Sulsel ( Sulawesi Selatan ) gugur akibat ulah Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB ) yang dipimpin Egianus Kogoya.

Keduanya adalah Serda Yusdin dan Briptu Heidar.

Mereka gugur dalam tugas demi mempertahankan Tanah Air dari kelompok separatis.

Lantas, siapa sebenarnya Egianus Kogoya yang dianggap sebagai tokoh di balik konflik Nduga?

Sebelumnya, diberitakan Tribunnews.com, pejabat TNI/Polri menyebut Egianus Kogoya sebagai pemimpin Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Nduga.

Terungkap Banyak Jomblo Rela Keluar Duit Buat Main Aplikasi Tinder ini, Ternyata Demi Dapatkan Jodoh

Egianus Kogoya dianggap sebagai tokoh yang paling bertanggung jawab atas sejumlah aksi serangan yang dilancarkan kelompok kriminal bersenjata.

Wakil Kepala Penerangan Kodam (Wakapendam) XVII/Cenderawasih Letkol TNI Dax Sianturi mengatakan, Egianus Kogoya merupakan pemimpin OPM yang sebelumnya berafiliasi dengan OPM pimpinan Goliath Tabuni di Kabupaten Puncak Jaya.

Selama terjadi kontak senjata antara TNI dengan OPM, menurut Dax, sulit bagi pasukan TNI untuk memastikan keberadaan Egianus Kogoya.

Sebab, anggota KKB selalu bersembunyi dalam hutan.

Tak hanya itu, keberadaan Egianus Kogoya juga sulit dipastikan, karena mereka selalu berpindah tempat setiap melakukan aksi.

Namun, menurut Dax, dapat dipastikan bahwa setiap aksi penembakan di Nduga dilakukan oleh kelompok sparatis pimpinan Egianus Kogoya.

Ucapan Gempi ke Gisel Ini Bikin Haru: Mama Masih Mamanya Aku Kan? Endingnya Reaksi Gisel Jadi Begini

Briptu Heidar dan Sertu anumerta Yusdin. (HANDOVER/DOK PRIBADI/REPRO)
Briptu Heidar dan Sertu anumerta Yusdin. (HANDOVER/DOK PRIBADI/REPRO)

Menurut Dax, kelompok Egianus mengedepankan paham politik yang berlawanan dengan pemerintah. Kelompok Egianus menolak mengakui pemerintah RI.

"Jadi Egianus Kogoya ini dalam catatan kita, adalah kelompok yang secara politik bertentangan dengan NKRI. Tak sedikit dari mereka memiliki catatan kriminal," ujar Dax di Jayapura, Rabu (31/7/2019).

Identitas Egianus Kogoya belum dapat dipastikan.

Dax Sianturi pun mengaku tidak memegang data lengkap yang bersangkutan.

Namun, Victor Mambor, seorang jurnalis senior di Papua, mengaku sempat bertemu dengan Egianus Kogoya pada Januari 2019 di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga.

Untuk bertemu dengan Egianus Kogoya, ia menyebut ada pihak lain yang tidak bisa ia sebutkan membantu untuk membuatkan janji.

Pertemuan pun diatur pada tengah malam.

Ajun Perwira Nikahi Janda Kaya Raya, Rela Disuruh Apapun oleh Sang Istri, Jennifer Jill: Gue Bos

Sebelum bertemu, Victor Mambor memperkirakan, saat itu ia harus berjalan kaki sekitar 2 jam sebelum tiba di lokasi Egianus Kogoya.

"Jalan gelap, saya ikut arahan saja. Saya tidak tahu itu kami jalan ke arah mana, sampai tiba di perkampungan," kata Victor Mambor.

Rupanya, Egianus Kogoya sudah menunggu Victor di dalam sebuah honai (rumah adat suku pegunungan).

Pertemuan pun berlangsung hanya sebentar, sekitar 15 menit.

Victor Mambor menggambarkan sosok Egianus Kogoya seperti remaja.

Begitu pun anak buahnya yang dinilai masih tergolong muda.

"Usianya sekitar 17-18 tahun, yang ada di sekitar Egianus juga masih remaja, usia belasan tahun," ucap Victor Mambor.

Nyawa Ruben Onsu Jadi Incaran 4 Orang, Jaga Anak-anak Baik-baik, Sarwendah pun Berurai Air Mata

Dari informasi yang ia dapat, Victor Mambor menyebut ayah Egianus Kogoya bernama Silas Kogoya yang juga merupakan salah satu tokoh OPM.

Namun, kini ayahnya sudah meninggal dunia.

Dari pembicaraan selama 15 menit, Victor Mambor menilai Egianus Kogoya merupakan sosok terpelajar, berbeda dengan masyarakat lain yang ada di pegunungan.

Namun, Egianus Kogoya yang mengetahui bahwa ia sedang berbicara dengan seorang jurnalis meminta agar hasil pembicaraan mereka tidak diberitakan.

Diminta Kembali ke NKRI

Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua P Sembiring meminta pemimpin OPM di Kabupaten Nduga, Egianus Kogoya segera menyerahkan diri.

Triple Kill Cewek Ini Bikin Heboh, Tabrak Dinding Kaca 3 Kali Berturut-turut, Intip Videonya di Sini

"Sampaikan sama dia, salam saya untuk Egianus Kogoya segera bergabung ke NKRI," kata Mayjen TNI Yosua P Sembiring.

Menurut Mayjen TNI Yosua P Sembiring, pasukan TNI yang ada di Nduga memiliki dua tugas pokok, yaitu penegakan hukum kepada kelompok kriminal bersenjata yang kerap melakukan penembakan dan mengawal pembangunan.

Namun, menurut Mayjen TNI Yosua P Sembiring, TNI juga dipastikan bisa melakukan langkah persuasif bila kelompok Egianus Kogoya memiliki itikad baik untuk menyerahkan diri dan menyatakan siap bergabung dengan NKRI.

"Bahwa Egianus itu saudara kita semua. Hanya saja saat ini kita lagi tidak sepaham. Untuk itu, kita rangkul dan mengajak dia untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi," kata Mayjen TNI Yosua P Sembiring. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul Perkembangan Kasus Penyanderaan & Pembunuhan Briptu Haidar, Ini Identitas Pengeksekusi Haidar dan juga telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Ini Identitas Pengeksekusi Briptu Heidar Polisi Asal Sulsel, Peluru Kena Kepala saat Melarikan Diri

Tafsir Mimpi Naik Haji, Biasanya Sering Dihubungkan Sebagai Pertanda Kemuliaan, Rezeki dan kebaikan

Detik-detik Kecelakaan Pemotongan Hewan Kurban, Petugas Kurban Kena Tendangan Samping

Ponsel Oppo Singkirkan Apple dari Tiga Besar Pabrikan Ponsel Terbesar Global, Ini Daftarnya

Bule Ngamuk di Bali, Perlihatkan Tendangan Kungfu ke Pengendara dan Tabrakan Diri ke Mobil

Lulusan Standford University, Ini Sosok Deddy Sudarijanto Pengganti Wishnutama sebagai CEO NET TV

Editor: asmadi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved