Tragedi Ibu dan 3 Anak Bunuh Paman dan Keponakan Bermula dari Cekcok Mulut hingga soal Warisan
Tragedi Ibu dan 3 Anak Bunuh Paman dan Keponakan Bermula dari Cekcok Mulut hingga soal Warisan
BANGKAPOS.COM -Sepekan lalu, Kamis (22/8/2019) ditemukan empat kerangka manusia di kebun belakang rumah Misem, Grumbul Karanggandul, Desa Pasinggangan, Kecamatan/Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Keempat kerangka itu diduga merupakan korban pembunuhan.
Dalam waktu relatif singkat, penyidik Polres Banyumas berhasil mengungkap identitas keempat tengkorak.
Mereka adalah tiga anak Misem, yaitu Supratno alias Ratno (51), Sugiono alias Yono (46) dan Heri Sutiawan alias Heri (41) dan satu anak Ratno, Vivin Dwi Loveana alias Pipin (22).
Tak hanya itu, polisi juga membekuk empat tersangka yang ternyata juga masih bertalian darah dengan para korban.
Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun mengatakan kompoltan pembunuh keluarga itu tak lain adalah keluarga dekat para korban sendiri.
Mereka adalah Saminah (53), putri Misem, dan ketiga anaknya, Sania Roulitas alias Sania (37), Irvan Firmansyah alias Irvan (32) dan Achmad Saputra alias Putra (27).
Dari keempat orang itu, Putra dan Irvan bertindak sebagai eksekutor.
Bambang Yudhantara Salamun mengatakan, berdasarkan hasil forensik tim dokter RSUD Margono Soekarjo, Purwokerto, pada salah satu tengkorak ditemukan bekas luka akibat pukulan benda tumpul.
"Dari forensik mengatakan, salah satu kerangka yang ditemukan, khususnya di bagian tengkorak, ada semacam luka benda tumpul, jadi retak," katanya.
Lanjut Bambang, pihaknya juga menemukan tali yang mengikat di salah satu tulang leher. Adapun kerangka tubuh yang lain tidak ditemukan luka dan dalam kondisi utuh.
Keempat korban dikubur bertumpuk dalam satu lubang panjang 1,5 meter, lebar 1,2 meter dan dalam 40 sentimeter.
Menurut keterangan warga, lubang itu merupakan bekas kubangan lumpur untuk bebek.
Kronologi Pembunuhan
Kapolres Banyumas Bambang Yudhantara Salamun mengungkapkan kronologi pembunuhan yang dieksekusi oleh Irvan dan Putra.
Eksekusi itu dilakukan pada 9 Oktober 2014 di rumah Misem, nenek Irvan dan Putra yang sebelumnya sudah diungsikan.
Pembunuhan dilakukan atas sepengetahuan ibunya, Saminah alias Minah (53) dan kakaknya, Sania Roulitas alias Sania (37).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/tragedi-ibu-dan-3-anak-bunuh-paman-dan-keponakan-bermula-dari-cekcok-mulut-hingga-soal-warisan.jpg)