Kronologi Perlakuan Keji Mahasiswi Bunuh Anak Pakai Celana Dalam, Simpan Bayi di dalam Ember Toilet

KRONOLOGI Mahasiswi Bunuh Anak Pakai Celana Dalam, Simpan Bayi di dalam Ember Toilet

Handover
Peserta Ujian SBMPTN di Toilet Kampus di Makassar 

Kronologi Perlakuan Keji Mahasiswi Bunuh Anak Pakai Celana Dalam, Simpan Bayi di dalam Ember Toilet

BANGKAPOS.COM --  Entah apa yang ada di kepala wanita ini hingga tega membunuh darah dagingnya sendiri dengan cara yang keji.

Jika biasanya ibu anak melakukan apa saja untuk melindungi darah dagingnya.

Namun hal ini nampaknya tidak berlaku untuk wanita tersebut.  

Dia menggunakan celana dalam untuk mengakhiri nyawa bayi yang baru saja dilahirkannya. 

Anak tersebut Meninggal Dunia di saat baru saja dilahirkan di dalam toilet. 

Suami Pasang CCTV di Rumah, Namun Berubah Sedih Setelah Sadari Tingkah Istrinya, Unggah Bukti 9 Foto

Bayi malang tersebut ditemukan tak bernywa di dalam ember. 

Mahasiswi Bunuh Anak yang baru dilahirkan di Toilet (istimewa)
Mahasiswi Bunuh Anak yang baru dilahirkan di Toilet (istimewa)

Cek kisah lengkapnya:

Kisah mahasisiwi inisial LGW membunuh bayi yang baru saja dilahirkannya di rumah kontrakan di Sukawati, Gianyar, Bali.

LGW membunuh bayi yang baru lahir itu dengan cara menyumpal mulut bayi menggunakan celana dalam.

Kemudian mayat bayi itu ditaruh di ember.

LGW melahirkan bayi laki-laki tersebut di kamar mandi.

Kemudian LGW membekap mulut bayi itu menggunakan celana dalam pelaku.

Kisah Janda Muda Ngaku Dihamili Bule Beristri, Lahir Anak Kembar, Ingin Buktikan Ini Datangi Hotman

Kanitreskrim Polsek Sukawati, Iptu Gusti Ngurah Jaya Winangun mengatakan pihaknya sudah minta keterangan LGW.

Kepada polisi, gadis asal Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng, ini mengaku langsung membekap mulut bayinya setelah lahir.

LGW sengaja mebunuh bayinya karena tidak ingin ada pihak keluarga yang tahu bahwa dia telah melahirkan.

Apalagi ayah biologis dari bayi tersebut tidak diketahui.

Sebab ketika melahirkan tersebut, mahasiswi sekolah pariwisata ini telah putus dengan pacarnya.

Winangun mengatakan pihaknya telah mengantongi identitas mantan pacar pelaku.

Massa Pengunjuk Rasa di Jayapura Merasa Ditipu, Kini Tidak Mau Lagi Ikut Aksi Demonstrasi

Namun, belum bisa dibuktikan anak yang tewas tersebut adalah hasil hubungan dengan mantannya ini.

“Terkait dia menghabisi anaknya karena pacarnya tidak mau tanggung jawab atau faktor lain, kita belum sampai ke situ.”

“Sebab, belum tentu dia yang menghamili. Untuk membuktikannya perlu tes DNA,” ujar Winangun, Minggu (1/9/2019).

Kasus pembunuhan bayi ini telah dilimpahkan ke Polres Gianyar.

Kapolres Gianyar, AKBP Priyanto Priyo Hutomo mengatakan saat ini pihaknya belum menahan ibu bayi malang tersebut.

LGW masih menjalani proses pemulihan di rumah sakit setelah mengalami pendarahan dan syok.

Detik-detik Syahrini Diusir Keluar Studio Saat Nonton Aladdin di Singapura Tanpa Ditemani Reino

“Kasusnya ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Gianyar,” ujar Priyanto.

Sebelumnya, bayi laki-laki seberat 3 kg itu ditemukan sudah tak bernyawa di rumah kontrakan LGW pada Jumat (30/8/2019) pukul 12.30 Wita.

Mayat bayi ini ditemukan di dalam ember dengan mulut tersumpal kain hitam.

Badan bayi itu dibungkus kain hitam.

September 2019, Ini Harga Terbaru HP Xiaomi & Samsung Mulai 800 Ribuan, Redmi Note 7/Galaxy M20

Sebelum penemuan bayi ini, LGW mengeluhkan sakit perut pada pamannya, KS (34) pada Kamis (29/8/2019) pukul 11.00 Wita.

Saat itu KS menyarankan LGW untuk memeriksakan kondisinya ke dokter.

Akhirnya LGW diantar KS ke dokter di Sukawati sekitar pukul 18.00 Wita.

Namun saat itu kondisi LGW yang baru melahirkan tidak terdeteksi.

Sekitar pukul 22.00 Wita, saat berada di rumah kontrakannya, KS curiga melihat gelagat keponakannya yang terus bolak-balik ke kamar mandi.

Ari Wibowo Tak Suka Gubernur DKI Jakarta Ini, Minta Jokowi Boyong Anies Baswedan Pindah ke Kaltim

Saat itu, KS menanyakan alasan yang bersangkutan terus bolak-balik kamar mandi. Namun hanya dijawab tidak apa-apa.

Lantaran kondisi LGW tak kunjung membaik, esok harinya atau Jumat (30/8), LGW diajak oleh ibunya, NKS (42), berobat ke Puskesmas Sukawati untuk memastikan penyakitnya.

Setelah diperiksa dokter puskesmas, dikatakan LGW usai melahirkan seorang bayi.

Untuk memastikan hal tersebut, pihak keluarga kembali melakukan pemeriksaan ke sebuah rumah sakit di Sukawati.

Hasil pemeriksaan di rumah sakit senada dengan pemeriksaan puskesmas.

Di rumah sakit tersebut, LGW akhirnya mengakui usai melahirkan seorang anak.

Vanessa Angel Unggah Video Minta Pijat sama Pria Baju Oranye ini: Dikasih Enak, Aku Ditinggal Pergi

Namun anak tersebut ditaruh di dalam ember yang terletak di kamar mandi.

Mendengar pengakuan tersebut, pihak keluarga yang juga didampingi pihak puskesmas mengecek kebenaran tersebut.

Ternyata benar bayi LGW telah meninggal dalam ember. Kasus ini pun dilaporkan ke Polsek Sukawati.

Melahirkan di Toilet Unhas, Peserta SBMPTN Ditahan Polrestabes Makassar

Yanti alumnus Sekolah Menengah Atas (SMA) Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan tahun 2018, harus berurusan dengan kepolisian.

Perempuan yang baru berusia 18 tahun itu berurusan dengan kepolisian karena membuang bayinya ke dalam bak toilet Pusat Bahasa Universitas Hasanuddin.

"Ia saat ini diamankan di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberyaan Perempuan dan Anak (P2TP2A)," kata Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Anwar Hasan, Kamis (10/5/2018).

Jenderal Tito Karnavian Ungkap Keterlibatan Pihak Asing dalam Kerusuhan Papua, Ini Jelasnya

Perwira dua bunga ini mengatakan, Yanti diamankan di P2TP2A karena kondisi kesehatanya masih belum stabil.

"Kita amankan dulu di sana sampai kondisinya kesehatanya betul betul sudah pulih untuk menjalani proses hukuman," ujarnya.

Yanti membuang bayinya ketika sedang mengikuti SBMPT di Pusat Bahasa Unhas dengan memilih ujian kelompok campuran.

Ketika ujian sesi kedua baru berlangsung sekitar 30 menit, atau sekitar pukul 11.15 WITA, ia mengeluh sakit pada bagian perut.

Yanti empat bolak-balik ke toilet sampai tiga kali. Sesuai SOP pengawasan, setiap kali ke toilet ia didampingi salah seorang pengawas ruangan B.

Pada saat ke toilet untuk ketiga kalinya, peserta yang berinisial IRF ini terdengar beberapa kali mengerang, dan tinggal agak lama di dalam toilet.

Pengawas ruangan yang mendampingi kemudian melaporkan hal ini ke posko pusat, dan saat itu juga Posko Pusat berkoordinasi dengan Tim Medis SBMPTN Unhas.

Viral Kisah KKN Desa Penari, Om Hao Sebut Kisah Asmara Dua Dimensi, Ternyata Begini Sosok Badarawuhi

Tiga orang tim medis yang tiba di lokasi beberapa menit kemudian mencoba memberikan bantuan.

Namun IRF menolak, dan melarang tim medis untuk masuk.

“Kami sempat mendengar ia teriak beberapa kali. Teriakan kedua dan ketiga itu tersengar seperti orang mengedan,” kata dr Irda Yulianti Dahri, salah seorang anggota tim medis.

Tim medis juga mendengar suara air diguyur sangat banyak dari dalam kamar mandi yang tertutup rapat.

“Setelah lebih tiga puluh menit menunggu, kami mulai berpikir untuk mendobrak pintu karena menurut kami ini hal yang tidak lazim. Tetapi tiba-tiba ia keluar dari dalam kamar mandi dalam kondisi basah kuyup. Ia kelihata lelah dan ada bercak-bercak darah,” lanjut dr. Irda.

Sesaat IRF keluar, tim medis kemudian masuk ke toilet untuk memeriksa.

“Kami sebenarnya curiga ada sesuatu, mungkin pendarahan atau keguguran. Tetapi kami tidak menemukan apapun di dalam kamar mandi,” kata Risnawati, salah seorang anggota Tim Medis.

Sandiaga Lama Bungkam, Akhirnya Jawab Isu Ditampar Prabowo & Tidak Diajak Ketemu PDIP, Mantan Bro

IRF ingin kembali ke ruangan untuk melanjutkan ujian namun hal itu tidak diizinkan oleh tim medis karena kondisi kesehatannya tampak sangat tidak memungkinkan.

Ia dipaksa untuk ke rumah sakit, namun IRF menolak.

Tim medis menegaskan ia hanya boleh kembali ke ruang ujian jika sudah diperiksa oleh dokter di rumah sakit.

Akhirnya, IRF bersedia untuk dibawa ke Rumah Sakit Pendidikan Unhas yang terletak hanya beberapa ratus meter dari lokasi ujian dengan menggunakan ambulans.

Sekitar pukul 12.00 WITA, ketika tim medis dan IRF sedang berada di rumah sakit, seorang tenaga kebersihan (cleaning service) Unhas masuk untuk membersihkan toilet.

Tokoh Papua Ini Minta Polisi Bijak Tangani Terduga Pelaku Pengibar Bintang Kejora di Istana

Ia mendengar suara bayi menangis. Ketika mencari-cari, ia sangat terkejut menemukan ada sesosok bayi di dalam bak air kloset yang tertutup rapat.

Tim medis Unhas kemudian kembali lagi ke Pusat Bahasa.

Bayi tersebut diberikan perawatan darurat, dan segera dibawa ke Rumah Sakit Unhas.

IRF mengatakan kepada tim medis bahwa itu adalah bayinya.

(*)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul KRONOLOGI Mahasiswi Bunuh Anak Pakai Celana Dalam, Simpan Bayi di dalam Ember Toilet

LDR Indonesia-Austria, Bambang Nikahi Bule Cantik, Keluarga: Ya Ampun, Cantik Sekali Pacarmu Bambang

Begini Cara Dapatkan Diamonds Gratis Melalui Generator VIP Free Fire (FF) Terbaru 2019, Ayo Dicoba

Wali Kota Jayapura Menangis Lihat Perilaku Massa Pendemo yang Rusuh: Hati Saya Sakit

Punya Istri 4, Politisi di Luwu Utara Boyong 3 Istrinya yang Cantik Saat Dilantik Jadi Anggota Dewan

Lucinta Luna Unggah Foto Bareng Kekasih Tengah Beginian, Lalu Tulis: Tuhkan Gerak-gerak di Perut Aku

Hotman Paris Dikeroyok Farhat & Andar Situmorang, Ruben Onsu dan Ivan Gunawan Ungkap Misteri ini

Deretan Artis ini Dulu Pernah Top & Terkenal, Kini Jatuh Ada yang Ojek dan Jualan di Warung Kopi

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved