Berita Pangkalpinang

Batasi Anggaran Subsidi, Sebanyak 37.626 Pelanggan Listrik 900 VA di Babel Terancam Dicabut

Pemerintah berencana mencabut subsidi listrik 24,4 juta pelanggan 900 VA pada 2020. Hal ini terungkap dalam rapat panitia kerja

Batasi Anggaran Subsidi, Sebanyak 37.626 Pelanggan Listrik 900 VA di Babel Terancam Dicabut
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Kantor PT PLN UP3 Bangka 

BANGKAPOS.COM-- Pemerintah berencana mencabut subsidi listrik 24,4 juta pelanggan 900 VA pada 2020. Hal ini terungkap dalam rapat panitia kerja (panja) anggaran terkait subsidi  listrik di Ruang Badan Anggaran DPR, Selasa (3/9/2019) seperti yang dilansir bangkapos.com di Kompas.com, Rabu (4/9/2019) lalu.

Terkait dengan rencana tersebut Assistant Manager Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Bangka Belitung Pandhu Kusumawardana mengatakan, pihaknya hanya sebagai unit pelaksana.

"Kita di Babel hanya sabagai unit pelaksana yang siap melaksanakan apapun yang akan diputuskan sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berlaku," kata Pandhu Kusumawardhana, kepada bangkapos.com.

Menurutnya, di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung data terbaru jumlah pelanggan daya 900 VA subsidi sebanyak 37.626 pelanggan, atau sekitar 10 persen dari total pelanggan di Babel.

"Jadi untuk pelanggan yang berhak menerima subsidi adalah pelanggan yang tercatat di basis data terpadu TNP2K. Pelanggan dapat cek ke kantor PLN apakah tercatat atau tidak di TNP2K," jelas Pandhu.

Saat ditanyakan mengenai kenaikan tarif PLN, Pandhu mengaku  tidak terjadi kenaikan tarif dari tahun 2015 sampai sekarang dengan menunjukan infografis tarif lisrik yang dikirimkan via WhatsApp.

"Terkait dengan tarif, ditetapkan melalui skema penetapan tarif adjusment per tiga bulan oleh pemerintah dengan mengacu pada sejumlah komponen seperti inflasi, harga minyak mentah (Indonesia Crude Price), dan pergerakan kurs rupiah terhadap dolar," jelas Pandhu.

Ita, pelanggan PLN subsidi saat ditanyakan tanggapan mengenai hal tersebut khawatir jika terjadi pencabutan listrik 900 VA.

"Iya saya ada denger tentang hal itu, bingung sih apa aja naik sekarang, kalau di cabut pun ya gimana lagi daripada gelap ikut saja, cuma kalau masyarakat ekonomi ke bawah kayak saya ini ya berat lah," ungkapnya saat ditemui bangkapos.com. Minggu,(8/9/2019). (Bangkapos.com/Cr2)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved