Virus Joker Serang Perangkat Android, Segera Hapus 24 Aplikasi Ini dari Ponsel Anda
Perangkat Android kembali mendapat ancaman serangan program jahat.Kali ini, virus alias malware jenis trojan bernama " Joker" ditemukan periset
BANGKAPOS.COM - Perangkat Android kembali mendapat ancaman serangan program jahat.
Kali ini, virus alias malware jenis trojan bernama " Joker" ditemukan periset keamanan CSIS Group di puluhan aplikasi Android di toko resmi Google Play Store.
"Sejauh ini kami menemukan keberadaan Joker di 24 aplikasi yang secara keseluruhan telah terpasang lebih dari 427.000 kali," kata peneliti virus dari CSIS Group, Akesejs Kuprins, dalam sebuah posting di Medium.
• Kisah BJ Habibie yang Tak Punya Uang dan Perlakuan Ainun yang Tak Terlupakan Seumur Hidup
• BJ Habibie Sosok Jenius, Berkat Temuannya Pesawat Lebih Aman saat Terbang dan Ia Dijuluki Mr Crack
• Kisah Almarhum BJ Habibie, Panggilan Kesayangan hingga Beasiswa ke Jerman
• Karya BJ Habibie -- Presiden ke-3 itu Ungkap Kelebihan Pesawat Baru dan Arti di Balik R80
• Habibie Meninggal Dunia, Mantan Presiden RI itu Ternyata 1 dari 5 Tokoh Jenius di Dunia
Joker adalah tipe malware yang bisa mencuri uang dengan cara berlangganan premium tanpa sepengetahuan korbannya.
Program jahat ini juga bisa menyimulasikan klik iklan, mengintip isi pesan teks di ponsel, hingga mencuri informasi perangkat dan daftar kontak.
Uniknya, menurut Kuprins, Joker hanya mengincar korban dari negara-negara tertentu.
Indonesia termasuk yang ditarget.
"Calon korban harus menggunakan kartu SIM dari salah satu negara ini," kata dia.
Baca Juga: • Viral Perampok Lucuti Pakaian Karyawati Minimarket Saat Beraksi, Sekarang Dibekuk Polisi
Secara keseluruhan ada 37 negara incaran Joker yang tersebar dari benua Amerika hingga Asia dan Australia, termasuk AS, Mesir, Perancis, Jerman, Kuwait, Uni Emirat Arab, Malaysia, dan Singapura, seperti dihimpun KompasTekno dari IB Times, Selasa (10/9/2019).
Belum diketahui siapa dalang di balik virus Joker ini.
Akan tetapi, jika dilihat dari kode bot, komentar, komando, dan server kontrol, transkripnya ditulis dalam bahasa Mandarin.
Nama "Joker" sendiri berasal dari salah satu server pengendali (C&C) sang malware.
Baca Juga: • Dulu Menakutkan, Sekarang Begini Nasib Ryan Jombang Pelaku Mutilasi 11 Orang
Pihak Google dilaporkan telah menghapus ke-24 aplikasi yang ditunggangi Joker dari Play Store.