Sukses Program KB Hasilkan Bonus Demografi
KEPALA BKKBN Pusat Hasto Wardoyo sangat berterima kasin kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Dr Hadi Probowo yang memberikan dukungan
Penulis: iklan bangkapos | Editor: khamelia
BANGKAPOS.COM--KEPALA BKKBN Pusat Hasto Wardoyo sangat berterima kasin kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Dr Hadi Probowo yang memberikan dukungan, agar BKKBN membuat grand design. Menurut mantan Bupati Kulonprogo itu, grand design pembangunan kependudukan penting, begitupula peran pemerintah daerah.
Hasto menjelaskan bahwa roadmap bonus demografi bukan tidak sengaja. Namun karena kesuksesan program keluarga berencana.
Bonus demografi bukan satu target, tapi karena ada design. Dan kita hormat pada pemerintahan sebelumnnya yang sukses menjalankan program keluarga berencana sehingga saat ini bisa menikmati bonus demografi,” kata Hasto.
Hasto menambahkan bahwa syarat kualitas pendidikan dan kesehatan harus baik juga ketersediaan tenaga kerja dan peluang kerja juga harus tersedia dengan baik.
Tanpa itu semua, maka tidak dapat memetik bonus demografi,” ujarnya.
Sebelumnya, Sekjen Kemendagri Dr Hadi Probowo membuka Sarasehan Nasional Pembangunan Berwawasan Kependudukan di The Gale-gale Ballroom, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (13/9). Sebanyak 500 peserta hadir dalam acara tersebut.
Sekjen Kemendagri Dr Hadi Prabowo mengemukakan pemerintah daerah harus dapat memperkuat pembangunan di bidang pengendalian penduduk dan KB. Di hadapan peserta Sarasehan Nasional, Dr Hadi Prabowo minta agar BKKBN membuat grand design terkait pengendalian penduduk untuk berapa tahun ke depan. Disamping itu juga perlu dibuat Roadmap.
“Grand design dan road map inilah yang dikerjasamakan Kementerian Dalam Negeri dan Kemendagri akan memberikan kepada daerah, “ ujar Dr Hadi Prabowo.
Dengan adanya grand design, lanjut Dr Hadi Prabowo, setiap tahunnya harus disediakan alokasi anggaran untuk pengendalian penduduk.
Bila ada grand design selama 25 tahun harus dibuatkan untuk pengendalian penduduk untuk mencapai angka 2,1 harus kita ketahui terkqat dengan berita acaranya yang dilakukan selama tahunan,” jelasnya.
Dr Hadi menegaskan pengendalian penduduk KB tidak hanya dtangani oleh BKKBN saja. Melainkan juga oleh Kemenkes, Kementerian Pendidikan, Kementerian Tenaga Kerja dan Bappenas.
Di tempat yang sama, Gubernur Babel Dr H Erzaldi Rosman menjelaskan bahwa persoalan Kependudukan sangat penting. Apalagi saat ini pemerintah daerah di sela menyusun anggaran.
“Sarasehan nasional memberikan makna dan hasil menjadi pedoman untuk menyusun anggaran dalam rangka pembangunan nasional,” kata Erzaldi.
Harapan Erzaldi dalam Sarasehan Nasional menjadi bermakna dan hasil sarasehan akan membuahkan pemikiran-pemikiran yang luar biasa bagi pembangunan.
Sarasehan Nasional Pembangunan Berwawasan Kependudukan mengusung tema Mewujudkan Indonesia Maju dengan Keluarga Berkualitas. Hadir sebagai narasumber antara lain Kepala BKKBN Pusat Hasto Wardoyo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Peneliti Senior R Siti Zuhro, dan Gubernur Babel Dr H Erzaldi Rosman.
Pakar komunikasi Effendi Gazali hadir sebagai moderator dalam acara tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/bkkbn-kep-babel.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/kuliah-umum-di-stkip.jpg)