Berita Pangkalpinang

Dampak Buruk Asap bagi Kesehatan, Kenakan Masker hingga Hindari Anak-anak Bermain di Luar

Dokter RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Hasri Nopianto mengatakan, kabut asap berdampak kurang baik untuk kesehatan.

Dampak Buruk Asap bagi Kesehatan, Kenakan Masker hingga Hindari Anak-anak Bermain di Luar
(Foto Istimewa).
dr Hasri Nopianto 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Asap di sekitaran kota Pangkalpinang tampak makin pekat dibandingkan hari sebelumnya, masyarakat mulai mengkhawatikan hal tersebut.

Dokter RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Hasri Nopianto mengatakan, kabut asap berdampak kurang baik untuk kesehatan.

"Yang paling sering terkena adalah kelompok rentan atau sensitif,  terutama orangtua, ibu hamil dan anak-anak. Selain itu orang yang memiliki riwayat penyakit paru dan jantung juga sensitif terhadap asap," ungkap dr Hasri saat dikonfirmasi bangkapos, Selasa (17/9/2019).

Hasri menjelaskan, asap dalam jangka pendek dapat menimbulkan iritasi selaput lendir mata, iritasi hidung, tenggorokan, mual, dan mempermudah terserang penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas).

"Untuk pencegahan tentunya menghilangkan sumber asap, perhatian khusus untuk anak-anak agar tidak bermain di luar ruangan saat ini karena anak rentan mengalami risiko, hindari menambahkan polusi di ruangan seperti merokok, menutup jendela rapat-rapat agar partikel asap tidak masuk," ungkapnya.

Selain itu, aktivitas di luar ruangan hindari aktivitas berat seperti olahraga, jika berkendaraan tutup kaca mobil gunakan AC, gunakan masker untuk mengurangi partikel masuk ke saluran nafas, dan hindari kawasan yang mengalami kualitas udara yang berbahaya.

"Untuk orang yang sebelumnya ada penyakit jantung, asma, paru-paru harus dikenali gejala yang timbul dari sesudah menghirup asap. Jika yang bersangkutan punya obat gunakan terlebih dahulu, dan segera ke dokter atau layanan kesehatan terdekat apabila keadaan sudah terganggu," ungkapnya.

dr Hasri juga menambahkan pencegahan bisa dengan banyak minum air putih, dan makanan yang kaya antioksidan tinggi seperti sayuran dan buah berwarna oranye (jeruk, dan wortel). 

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved