Jumat, 17 April 2026

Pria Ini Rela Digigit Lebih dari 200 Ular Hanya Demi Mendapatkan Penawar Racun bagi Umat Manusia

Tim Friede yang tinggal di negara bagian Wisconsin, AS memfilmkan dirinya digigit ular beracun dan kemudian mengunggah videonya ke YouTube.

Editor: fitriadi
Tribun Jogja
Ilustrasi Ular Kobra 

"Saya bukan melakukan ini untuk membuat video YouTube - saya ingin menyelamatkan nyawa dan melakukan sesuatu yang berbeda. Saya hanya menggunakan YouTube untuk menemukan dokter yang bersedia bekerja sama," katanya.

Tim Freide membiarkan tangannya tergigit ular berbisa untuk umat manusia
Tim Freide membiarkan tangannya tergigit ular berbisa untuk umat manusia (Youtube)

Dari hampir 3.000 spesies ular, hanya sekitar 200 jenis yang memiliki bisa yang dapat mematikan atau melumpuhkan manusia.

Friede telah digigit lebih 200 ekor ular hidup dalam dua puluh tahun terakhir. Selain itu dia juga telah 700 kali lebih menyuntikkan bisa ke tubuhnya.

"Jika Anda tidak benar-benar kebal terhadap bisa ular seperti mamba hitam, sistem syaraf tepi Anda akan terkena. Yang berarti diafragma lumpuh dan Anda tidak bisa bernafas, mata tertutup dan Anda tidak bisa berbicara, gerakan Anda semakin perlahan, Anda menjadi lumpuh. Ini tidak akan mengenai sistem syaraf utama, jadi Anda masih dapat berpikir - sampai Anda meninggal," kata Friede.

Mencari belut, warga malah temukan ular tujuh meter

Buku harian pakar reptil yang mendokumentasikan kematiannya sendiri setelah digigit ular
Bagaimana seorang perempuan ditelan ular di Muna, Sulawesi Tenggara?
Gigitan kobra mengerikan

Friede memelihara sejumlah ular berbisa di halaman belakangnya.

"Saya mempunyai kobra air dari Afrika. Gigitannya mengerikan."

Bisa kobra air memiliki neurotoxin yang menyerang sel syaraf.

"Kobra lain memiliki bisa yang berisi zat perusak sel/cytotoxins penyebab cedera sel yang mematikan/necrosis, sama seperti ular derik. Kobra ini dapat mencaplok jari atau bahkan tangan."

Friede bekerja berdasarkan teori bahwa dengan menerima bisa dalam dosis kecil, seseorang dapat membangun sistem kekebalan tubuh. Tetapi metodologinya ini sangat dikecam.

Menciptakan kekebalan

Metode yang sama - dengan menggunakan binatang - sebenarnya telah membuat kita memiliki satu-satunya anti-bisa yang ada sekarang.

Cara memproduksi penawar bisa nyaris tidak berubah sejak abad ke-19. Racun dalam dosis kecil disuntikkan ke kuda atau domba, dan kemudian antibodi binatang dikumpulkan dari darahnya.

Friede, 51 tahun, mantan supir truk, memang bukanlah ahli kekebalan dan dia tidak pernah kuliah di universitas . Tetapi ketakutannya terbunuh mahluk beracunlah yang membuatnya melakukan tindakan yang aneh ini sejak 20 tahun lalu.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved