Senin, 27 April 2026

Nasib Istri DN Aidit Pentolan PKI Setelah G30S/PKI, Sempat Nyamar Tapi Alami Hal Tragis Ini

Petaka Istri DN Aidit Pentolan PKI Usai G30S/PKI, Sempat Nyamar Namun Alami Hal Tragis Ini

Intisari/Istimewa
DN Aidit bersama istri dan anggota keluarga 

Nasib Istri DN Aidit Pentolan PKI Setelah G30S/PKI, Sempat Nyamar Tapi Alami Hal Tragis Ini

BANGKAPOS.COM -- Setelah peristiwa mengerikan pembunuhan sejumlah jenderal petinggi pemerintahan tewas dalam peristiwa G30S/PKI, negara memburu pentolan PKI.

Segala hal yang berhubungan dengan PKI menjadi musuh negara. 

Adapun TNI AD saat itu memburu seluruh oknum yang terkait dengan PKI saat itu. 

Mulai dari simpatisan hingga petinggi partai.

Salah satu yang menjadi buruan utama TNI AD adalah Ketua Central Comite PKI, Dipa Nusantara Aidit ( DN Aidit).

5 Kulit Buah Ini Ternyata Punya Manfaat Luar Biasa, Bisa Atasi Stres hingga Cegah Tumor, Dicoba Yuk

Cek selengkapnya di sini: 

TNI AD langsung memburu DN Aidit dimana ia juga mencoba mengamankan dirinya dengan dibantu oleh simpatisan PKI.

Ketua Central Comite PKI, Dipa Nusantara Aidit (DN Aidit) (Intisari)
Ketua Central Comite PKI, Dipa Nusantara Aidit (DN Aidit) (Intisari) 

Puan Maharani Jabat Ketua DPR RI, Kenalkan Ini Hapsoro Sukmonohadi sang Suami dan Pabrik Uangnya

Kronologi Kakak Ipar Berhubungan Badan sama Adiknya, Tergoda Pakaian & Istri Temui Kondom Berserakan

 

Petaka Istri DN Aidit Pentolan PKI Usai G30S/PKI, Sempat Nyamar Namun Alami Hal Tragis Ini1 (Tribunnews)
Petaka Istri DN Aidit Pentolan PKI Usai G30S/PKI, Sempat Nyamar Namun Alami Hal Tragis Ini1 (Tribunnews)

Dilansir dari Sosok.id dalam artikel 'Jarang Diekspos, Aksi Istri DN Aidit Kibuli Aparat Keamanan Indonesia Usai Meletusnya G30S/PKI', diketahui malam sebelum G30S/PKI terjadi, Soetanti yang merupakan istri DN Aidit sempat bertengkar dengan suaminya.

Soetanti marah lantaran DN Aidit keras kepala mau pergi dengan para penjemputnya.

Meski demikian, DN Aidit tetap pergi.

Disinyalir DN Aidit hendak diamankan sesaat sebelum penculikan para perwira TNI AD dilakukan.

Tiga hari setelah G30S/PKI meletus, Soetanti sadar jika dirinya kemungkinan besar tak akan ketemu dengan suaminya lagi.

Penyebab Sriwijaya Air Berhenti Operasi, Bukan karena Tiket Mahal, Bos Ungkap Hal ini, Bangkrutkah?

Ia kemudian langsung meninggalkan rumah bersama dengan tiga anaknya.

Soetanti pergi ke Boyolali menyusul DN Aidit dan bertemu dengan Bupati Boyolali yang saat itu merupakan tokoh PKI.

Namun, entah ia ketemu dengan DN Aidit atau tidak.

DN Aidit (Life via Warta Kota)
DN Aidit (Life via Warta Kota)

Lalu, Soetanti dan Bupati Boyolali berangkat ke Jakarta dengan cara menyamar sebagai suami istri.

Mereka juga membawa dua orang anak untuk menyempurnakan penyamarannya.

Viral Seorang Pria Nikahi 2 Wanita Sekaligus, Ekspresi Mempelai Wanita Jadi Sorotan, Ini Alasannya

Awalnya, sandiwara mereka sukses tapi kemudian tetangga mulai curiga karena sikap anak mereka yang tak pernah manja ke orang tuanya.

Bahkan aparat awalnya juga tertipu dengan penyamaran keduanya.

Usai diketahui jika Soetanti ialah istri DN Aidit, ia langsung diringkus oleh aparat keamanan Indonesia.

Semasa penahanan, Soetanti mengalami perpindahan penjara dari satu penjara ke penjara lainnya sampai tahun 1980, diantaranya tahanan Kodim 66 dan Penjara Bukit Duri.

Lepas dari masa hukuman, Tanti sempat membuka praktek sebagai dokter.

Meski demikian, ia mengalami sakit-sakitan dan meninggal dunia tahun 1991.

INFO BARU Rekrutmen CPNS 2019, Buka 197.111 Formasi, Rinciannya Termasuk Usia 35-40 Tahun

Nasib tak kalah miris juga dialami oleh Sumini, mantan ketua Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) ranting Pati, Jawa Tengah

Sumini pernah memberikan pengakuan atas segala siksaan yang ia terima

Gerwani merupakan organisasi yang dianggap sebagai sayap PKI, sehingga Sumini pun harus terjaring oleh aparat pada saat pembersihan PKI kala itu

Dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Kisah Sumini, Seorang Guru yang Dicap Komunis', wanita bernama lengkap Deborah Sumini ini harus dipenjara selama 6 tahun lebih meski ia mengaku tak tahu-menahu soal G30S/PKI

Berbagai siksaan dan cemoohan harus dia terima selama dalam penjara, kisah pedih ini akan terus melekat di benak Sumini

Tukang Servis Ponsel Diperkosa 2 Wanita Sekaligus, Modusnya Diundang ke Apartemen, Perbaiki iPhone

Sumini, mantan ketua Gerwani ranting Pati, Jawa Tengah (Kompas.com/Kristian Erdianto)
Sumini, mantan ketua Gerwani ranting Pati, Jawa Tengah (Kompas.com/Kristian Erdianto)

Bahkan, hingga usianya menginjak 70-an pun Sumini masih tidak memahami apa yang menjadi dosa besar dirinya saat bergabung dengan Gerwani.

"Kami dibilang bejat moralnya. Itu setiap hari yang masih saya dengar. Belum lagi digebuki setiap pemeriksaan," kata Sumini saat ditemui di sela acara "Simposium Membedah Tragedi 1965" di Hotel Aryaduta, Jakarta, dua tahun silam oleh Kompas.com (18/4/2016).

Setelah peristiwa G30S/PKI meletus, Gerwani menjadi salah satu organisasi yang dituduh sebagai sayap PKI. 

Mereka pun menjadi sasaran penumpasan PKI.

Sumini dan beberapa temannya ditangkap oleh tentara sekitar tanggal 21 November 1965. 

Ngomel Hasratnya Tak Terpuaskan, Wanita yang Selingkuh sama Tetangga ini Dibunuh Setelah Bersetubuh

Sumini sempat mendekam selama 5 bulan di penjara Pati, kemudian dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan khusus wanita di Bulu, Jawa Tengah.

Hingga 6 tahun lebih dipenjara, Sumini tidak pernah diadili. 

Saat itu, Gerwani dianggap sebagai organisasi sayap PKI dan ikut melakukan aksi kekejaman terhadap 7 jenderal TNI.

Sampai saat inipun, Sumini kerap menerima teror dan stigma sepanjang hidupnya.

Setelah dilepaskan dari tahanan, Sumini mengaku teror yang dialaminya masih terus berlanjut

Kisah Kebaikan Paula Leca Beri Ronaldo Kecil Burger Sisa McD Viral, Terbayar Setelah 22 Tahun

Hampir setiap hari dia dihubungi oleh pihak kepolisian untuk menanyakan tentang keberadaan Sumini dan apa saja yang akan ia lakukan di luar rumah.

Gerak-gerik Sumini selalu diawasi.

Sumini mengungkapkan, beberapa kali dia dan korban tragedi 1965 dilarang oleh pihak berwajib dan kelompok masyarakat tertentu untuk membuat acara pertemuan, meskipun sekadar arisan atau temu kangen.

(*)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Nasib Istri DN Aidit Pentolan PKI Setelah G30S/PKI Meletus, Sempat Menyamar Tapi Endingnya Miris dan juga telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Petaka Istri DN Aidit Pentolan PKI Usai G30S/PKI, Sempat Nyamar Namun Alami Hal Tragis Ini

Lagi Viral, Berdurasi Lebih 3 Menit, Video Panas Mama Muda Sumedang Beredar Lewat WA, Nasibnya Kini

Kepergok Hubungan Intim sama Pacar, 4 Pemuda Ini Malah Minta Bagian, Cowoknya Cuma Nonton

Terbongkar Adegan Ranjang Siti Badriah dan Krisjiana Baharuddin via Video, Sibad: Gak Mau Lepas

Kisah Cinta Soekarno yang Ditolak Mentah-mentah oleh Pramugari, Presiden Marah saat Tahu Ia Nikah

Ruben Onsu Kesal Pasca Kemunculan Ibu Kandung Betrand Peto: Jangan Pernah Lu Senggol Keluarga Gue!

Terungkap Penyebab Soekarno Ditinggalkan Fatmawati, Sampai Tak Hadir di Pemakaman Sang Proklamator

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved