Ternyata Kakek ini Orang yang Pertama Kali Menemukan Spesies Ikan Baru, Dikenal Sebagai Ikan Mujair

Ternyata ikan mujair (Oreochromis Mossambicus) yang digemari di Indonesia, berasal dari nama Mbah Moedjair, di tahun 1936.

Ternyata Kakek ini Orang yang Pertama Kali Menemukan Spesies Ikan Baru, Dikenal Sebagai Ikan Mujair
Tribunnews.com
Mbah Moedjair, sosok penemu ikan mujair dari Blitar, jasanya besar hingga kaya raya mendadak 

BANGKAPOS.COM-- Siapa tak mengenal ikan mujair?

Ternyata ikan mujair (Oreochromis Mossambicus) yang digemari di Indonesia, berasal dari nama Mbah Moedjair, di tahun 1936.

Mbah Moedjair ini memiliki nama asli Iwan Dalauk, namun lebih dikenal dengan nama Mbah Moedjair.

Mbah Moedjair lahir di Desa Kuningan, 3 km arah timur pusat kota Blitar pada 1890.

Dia adalah anak keempat dari sembilan bersaudara pasangan Bayan Isman dan Rubiyah.

Moedjair menikah dengan gadis bernama Partimah di desanya.

Dari pernikahan itu, beliau dikaruniai tujuh anak.

Ikan mujair
Ikan mujair (Nova)

Dia merupakan sosok penemu dari spesies ikan yang kemudian diberi nama ikan mujair.

Cerita mengenai penemuannya tersebut lantas dikisahkan Afwa AL Khawarizmi di Facebook pada Minggu (27/1/2018).

Sebelumnya telah banyak yang mengisahkan mengenai sosok Moedjair.

Namun meskipun namanya terkenal, sosoknya tidak begitu dikenal masyarakat.

Moedjair adalah pegawai desa dari Desa Papungan, Kanigoro, Blitar.

Suatu hari pada tahun 1936, Moedjair pergi ke Teluk Serang yang terletak di laut selatan.

Di sana, dia menemukan berbagai jenis ikan yang belum diketahui sebelumnya.

Dia membawa pulang lima jenis ikan itu.

Dia pun memelihara lima jenis ikan itu di kolam pekarangan rumah.

Ternyata, satu jenis ikan berkembang cepat.

Bahkan ikan itu bisa bertelur dengan cara menyimpannya di dalam mulut hingga masa menetas jadi anak ikan.

Seiring waktu, ikan ini mendapat perhatian warga desa.

Kabar itu sampai ke telinga Schuster, kepala penyuluhan perikanan di Jawa Timur.

Dia berkunjung ke Papungan untuk melihat ikan temuan Moedjair.

Ternyata ikan tersebut diidentifikasi sebagai Tilapia mossambica, yang berasal dari Afrika.

Dengan cepat ikan temuan Moedjair dibudidayakan karena cepat bertelur, pertumbuhannya cepat, dan mudah beradaptasi dengan segala lingkungan air, mulai kolam hingga rawa-rawa.

Menurut K F Vaas dan A E Hofstede dalam Studies on Tilapia Mossambica Peters (ikan Moedjair) in Indonesia, ketika menghadiri Konferensi Ahli-ahli Perikanan Darat pada November 1939, Schuster mengemukakan mengenai ikan temuan Moedjair.

Atas temuan ini, Tilapia mossambica mendapat nama lokal: ikan mujair.

Pemerintah Hindia Belanda, menurut harian Pedoman edisi 27 Agustus 1951, mengapresiasi usaha Moedjair membudidayakan ikan mujair dengan memberinya santunan sebesar Rp6 per bulan.

Saat pendudukan Jepang, ikan mujair kian populer.

Pasukan Jepang, seperti tercatat dalam "Tilapia: Biology, Culture, and Nutrition" suntingan Carl D Webster dan Chhorn Lim, membawanya ke seluruh daerah untuk dibudidayakan dalam tambak-tambak.

Moedjair pun diangkat sebagai pegawai negeri tanpa harus mendapat beban kerja.

Enam tahun setelah Indonesia merdeka, Moedjair menerima surat tanda jasa dari Kementerian Pertanian atas jasanya sebagai penemu dan perintis perkembangan ikan mujair.

Pada era Orde Baru, ikan mujair masih menjadi santapan favorit masyarakat.

Sejak 1982, sebagaimana termuat dalam Laporan Pelita IV 1984-1989, program pengembangan aneka ikan dilaksanakan pemerintah.

Yaitu dengan menyebarkan bibit ikan mujair dalam kolam pekarangan dan waduk-waduk.

Kondisi Medis Langka, Bayi Ini Terlahir Hanya Miliki Separuh Tengkorak Kepala, Otak Tertutupi Kulit

Pernikahan Raffi Ahmad & Nagita Slavina Kembali Jadi Sorotan Roy Kiyoshi & Mbak You Terawang hal Ini

Artikel ini telah tayang di di Tribunnews.com dengan judul Penemu Ikan Mujair Ternyata Mbah Noedjair, Ini Kisah Hidup dan Sosoknya yang Melegenda.

Editor: zulkodri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved