Selasa, 19 Mei 2026

Berita Sungailiat

Pihak PT BAA Pabrik Tapioka di Kenanga Sebut Bau yang Muncul Sifatnya Sebentar-Sebentar

Pimpinan PT Bangka Asindo Agri (BAA) Fitrianto, mengatakan munculnya bau tersebut sifatnya sementara hanya sesekali dan tidak seperti dulu

Tayang:
Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Nurhayati
Kolam pengolahan biogas milik pabrik tapioka PT Bangka Asindo Agri. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Pihak PT Bangka Asindo Agri (BAA) pabrik tapioka di Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, menyampaikan tanggapan terkait keluhan warga Kenanga tersebut.

Melalui Pimpinan PT Bangka Asindo Agri (BAA) Fitrianto, mengatakan munculnya bau tersebut sifatnya sementara hanya sesekali dan tidak seperti dulu, saat ini pihaknya masih dalam proses percepatan biologis untuk mengatasinya.

"Emang beberapa saat ini ada sedikit bau lagi, sifatnya sebentar-sebentar tapi sudah tidak seperti dulu. Sedang dalam proses kita percepat proses biologisnya. Mohon dibantu informasi ke masyarakat," jelas  Fitrianto saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Senin (28/10/2019).

Diberitakan sebelumnya, beberapa anggota DPRD Kabupaten Bangka mendatangi kantor Lurah Kenanga, Kecamatan Sungailiat, pada Senin (28/10/2019) siang.

Kedatangan wakil rakyat ini bukan tanpa alasan, mereka menemui rakyatnya untuk menyerap langsung serta berdiskusi mendengarkan keluhan warga Kenanga yang lagi-lagi mencium bau busuk dari pabrik Tapioka di wilayah mereka.

Selama dua tahun, berdirinya pabrik tersebut, warga sudah banyak mengadu ke pihak DPRD Kabupaten maupun Provinsi namun tetap saja tidak menyelesaikan masalah, bau busuk yang selama ini dikeluhkan masih tercium di wilayah Kelurahan Kenanga.

Ketua RT 7 Kelurahan Kenanga, Heti mengatakan, aduan mereka terhadap wakil rakyat ini bukan sekali ini mereka lakukan, tetapi susah mencapai tingkat Provinsi Babel, namun kecewanya, mereka tidak mendapatkan penyelesain dari keluhan warga ini, sehingga bau busuk dari pabrik tetap saja selalu muncul.

"Kita sudah mengadukan ini sampai tingkat DPRD Provinsi, dari Provinsi sempat mengatakan ada kesalahan di amdal dan dekat Pemukiman warga, namun tidak ada kajian ulang putus ditengah jalan,"ungkap Heti kepada wartawan, Senin (28/10/2019) di kantor Lurah Kenanga.

Ia menambahkan, segala upaya telah dilakukan warga untuk mengatasi persoalan keluhan bau busuk yang diduga berasal dari limbah pabrik tersebut, namun hasilnya belum memuaskan warga. Namun anggota yang datang menemui warga akan cepat menanggapi persoalan tersebut, mereka akan memanggil Pemda dan Perusahan terkait dalam waktu dekat ini. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved