Tak Mau Diajak Nikah, Perempuan Ini Siram Pacarnya Pakai Air Keras, Padahal Sudah Pacaran 6 Bulan
Tak Mau Diajak Nikah & Sudah Berhubungan Selama 6 Bulan, Perempuan Siram Pacarnya Pakai Air Keras
Tak Mau Diajak Nikah, Perempuan Ini Siram Pacarnya Pakai Air Keras, Padahal Sudah Pacaran 6 Bulan
BANGKAPOS.COM -- Pernikahan adalah salah satu tujuan dari menjalin hubungan bagi tidak sedikit pasangan.
Meski tidak semua ingin menikah, namun mungkin juga karena tekanan dari lingkarannya seseorang merasa harus melakukan acara janji suci tersebut.
Dari kedua belah pihak tidak bisa disalahkan karena keadaan berbeda dari setiap individu yang berhubungan, seperti kisah berikut ini.
Seorang pria di Uttar Pradesh, India, terluka setelah disiram cairan asam oleh seorang perempuan yang diduga adalah pacarnya.
Diketahui pria tersebut disiram karena menolak diajak menikah pacarnya.
• Ingat, CPNS Dibuka 11 November, Ini Daftar Lengkap Jumlah Formasi di Kementerian & Pemerintah Daerah
Dilansir dari Kompas.com pada (28/10/2019), berbicara kepada media, Anil Simaniya CO dari Civil Lines menuturkan, pria itu diidentifikasi bernama Faizal dan menjalin hubungan dengan si perempuan.
Keduanya dikabarkna telah resmi menjalin hubungan selama enam bulan terakhir.
Namun, sejak September tahun lalu, pria itu dilaporkan mulai pelan-pelan menjauhi si perempuan.
Diduga karena menjauhnya si pria membuat dirinya disiram oleh cairan asam perempuan tersenbut.
"Kami sudah mendaftarkan kasus ini sesuai dengan Artikel 326 A dan sudah menahan si perempuan," ujar juru bicara polisi India dikutip Gulf News Sabtu (26/10/2019).
• Nikita Mirzani Blak-blakan, Ngaku Ayahnya Direktur PT Krakatau Steel, Sajad Ukra Ungkap Fakta ini
Dr Khan Zone dari Rumah Sakit Gabungan Pandit Deen Dayal Upadhyay menuturkan, pemuda berusia 20 tahun itu terluka akibat serangan si perempuan tersebut.
"Matanya terdampak akibat disiram cairan asam, dengan tim dokter telah dibentuk untuk memberikan perawatan bagi korban," kata Zone.
Ibu Faizal, Rukhsana, mengungkapkan perempuan yang tak disebutkan identitasnya itu sempat menelepon anaknya, tetapi tak dijawab.
Pada hari kejadian, perempuan itu kembali menelepon Faizal.