Breaking News:

Antrean BBM di SPBU Bangka Belitung

BREAKING NEWS: Antrean BBM di SPBU Mengular, Enam Jam BBM Sudah Ludes Terjual

Antrian panjang kendaraan terlihat di SPBU 24.33169, Jalan Jenderal Sudirman No 180, Selindung Baru, Gabek, Pangkalpinang

Bangkapos.com/Yuranda
Suasana SPBU 24.33169 Jalan Jendral Sudirman No.180, Selindung Baru, Gabek, dipadati penganti BBM jenis premium, Selasa (12/11/2019) 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Antrean panjang kendaraan terlihat di SPBU 24.33169, Jalan Jenderal Sudirman No 180, Selindung Baru, Gabek, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.

Antrean tersebut dipenuhi pengerit yang mengisi bahan bakar jenis (BBM) jenis premium, tak heran sudah jadi pemandangan sehari-hari di beberapa pom bensin di Pangkalpinang.

Menurut pantauan Bangkapos.com, Selasa (12/11/2019), antrean kendaraan dipenuhi oleh kendaraan roda empat yang sudah mengular untuk mengantri jenis BBM premium dan solar.

SPBU di Bangka Belitung Dikuasai Pengerit, Suherman: Sudah Mengganggu Ketertiban Umum

Pengelola SPBU 24.33169, Selindung Taufan, saat dijumpai Bangkapos mengaku, seluruh SPBU di wilayah Kota Pangkalpinang diberikan oleh pihak PT Pertamina masing-masing 8.000 liter atau 8 ton, baik premium maupun solar.

"Tergantung pembeli, jika banyak pembelinya tidak lama, kalau antrean penuh sekitar enam jam sudah habis," ungkap Taufan, Selasa (12/11/2019).

Suasana SPBU 24.33169 Jalan Jendral Sudirman No.180, Selindung Baru, Gabek, dipadati penganti BBM jenis premium, Selasa (12/11/2019)
Suasana SPBU 24.33169 Jalan Jendral Sudirman No.180, Selindung Baru, Gabek, dipadati penganti BBM jenis premium, Selasa (12/11/2019) (Bangkapos.com/Yuranda)

Menurutnya, di SPBU ini jarang BBM jenis premium dan solar yang tidak habis, karena jenis minyak subsidi ini banyak penggemar dimana-mana.

"Kalau non subsidi ada seperti Dexlate, Pertamina Dex, dan Pertamax, kalau non ini jarang habis," kata Taufan.

Putra, pengantre BBM jenis premium, mengeluh capek antri berjam-jam karena sering tidak dapat minyak.

"Sering tidak dapat, antri dari pagi kadang pas di depan nosel udah habis minyaknya," ungkapnya.

Ia mengatakan,  kalau hanya delapan ton BBM tidak cukup, harusnya sekitar 10 ton atau lebih. (Bangkapos.com/Yuranda)

Penulis: Yuranda
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved