Senin, 20 April 2026

Zulkarnain Karim Berpulang, Gubernur Erzaldi Berduka dan Merasa Kehilangan

Bagi Erzaldi, sosok Zulkarnain tak hanya dianggapnya sebagai orangtua tetapi juga guru dalam banyak hal.

Editor: Alza Munzi
IST/Kantor Penghubung Babel di Jakarta
Gubernur Babel Erzaldi Rosman didampingi istri menjenguk mantan Wali Kota Pangkalpinang Zulkarnain Karim di RSCM Jakarta, Senin (26/8/2019) lalu. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman merasa kehilangan atas meninggalnya mantan Wali Kota Pangkalpinang Zulkarnain Karim.

Bagi Erzaldi, sosok Zulkarnain tak hanya dianggapnya sebagai orangtua tetapi juga guru dalam banyak hal.

Orang nomor satu di Babel ini menilai, Zulkarnain merupakan pemimpin yang berdedikasi tinggi dan bertanggung jawab.

Dia mengenal Zulkarnain sebagai birokrat sejati, yang mengawali karirnya dari bawah sampai menjadi sekretaris daerah.

"Kami sangat berduka atas kehilangan beliau. Banyak pelajaran, ilmu, dan kebaikan yang ditinggalkan kepada masyarakat. Terutama bagi saya, bagaimana beliau sebagai sosok pemimpin yang cerdas dan berani," ungkap Erzaldi melalui staf protokol Setda Babel, Kamis (14/11/2019).

Erzaldi menyampaikan ucapan duka cita mendalam dan meminta maaf tidak bisa hadir melayat ke rumah duka karena ada kegiatan dinas di Jakarta.

Hari ini ada penyerahan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) 2020, yang dihadiri seluruh kepala daerah tingkat satu.

Kabar duka menyelimuti keluarga mantan Wali Kota Pangkalpinang, Zulkarnain Karim.

Mantan Walikota Pangkalpinang dua periode ini dikabarkan telah meninggal dunia, Rabu (13/11/2019) sekitar pukul 23.24 WIB di Rumah Sakit Bhakti Timah Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kabar meninggalnya mantan orang nomor satu di Pangkalpinang juga sudah menyebar di Grup WhatsApp lokal di Bangka Belitung.

Satu diantaranya disampaikan oleh Wakil Bupati Bangka Tengah Yulianto Satin di Grup WhatsApp Ngopi.

"Innalillahi wainna ilaihi rooji'uun. Telah berpulang ayahanda kami Zulkarnain Karim pada hari Rabu 13 November 2019 pukul 23.24 di RS Bakti Timah Pangkalpinang. Mohon maaf atas khilaf beliau semasa hidupnya. Semoga ayahanda kami husnul khatimah," tulisnya di dalam grup tersebut.

Sontak kabar duka tersebut langsung mendapat respon anggota grup yang langsung memberikan doa.

Kabar duka tersebut dibenarkan oleh salah satu keponakan almarhum, Mikron Antariksa yang dihubungi bangkapos.com, Rabu malam.

"Iya ini saya sedang menuju ke rumah sakit. Sebelumnya beliau memang sudah sejak siang tadi sudah kritis sekitar pukul 10.29 WIB," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved