Minggu, 12 April 2026

Mantan Karyawan Sewakan Jas yang Dipakai Ahok Saat Menikahi Veronica Tan

Yuniar mengungkapkan jika jas itu punya kenangan karena jas itulah yang dikenakan BTP saat menikahi Veronica Tan

Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: khamelia
Bangka Pos/ Suharli
Basuki Tjahaya Purnama dan Yuniar 

BANGKAPOS.COM - Yuniar Yusuf, seorang mantan pekerja di perusahaan milik Ahok, Yuniar mengaku bekerja selama 7 tahun kepada BTP mengungkapkan betapa baiknya Ahok BTP. Saking baiknya, Ahok BTP menghibahkan satu setel jas pernikahan kepada karyawannya yang punya usaha rias pengantin.

Manggar, Februari tahun 2001, Yuniar yang kala itu berprofesi sebagai perias pengantin berkenalan dengan BTP. Mantan suami Veronica Tan itu mendatangi Yuniar.

Yuniar tak tahu entah dari mana BTP tahu jika dia adalah lulusan STM Analis Kimia, Yogyakarta pada tahun 1970 silam.

BTP meminta bantuannya untuk terlibat di PT Nurindra Eka Persada (NEP), perusahaan yang bergerak di bidang pasir Kuarsa di Kabupaten Belitung Timur.

Yuniar menerima tawaran Ahok. Dalam kesehariannya sebagai karyawan dan bos, BTP memanggil Yuniar dengan sebutan Bu Yun.

Yuniar mengungkapkan jika PT NEP memproduksi berbagai ukuran pasir kuarsa.

Ia masih ingat, beberapa pelanggan perusahaan yang merupakan perusahaan kelas atas seperti California Texas (Caltex) yang beradai di Kota Dumai dan PT Pindad.

Yuniar mengatakan dirinya sekitar 7 tahun bekerja untuk Ahok BTP. Karena mengetahui Bu Yun yang juga memiliki usaha rias pengantin, ia memberikan satu setel jas lengkap dengan celana.

Jas itu pun disewakan kepada penganten yang menggunakan jasa rias Yuniar.

Di dalam jas itu tertulis nama mr, Basuki Juli '97. Jas itu yang sampai kini disimpan dengan rapi oleh Yuniar.

Yuniar mengungkapkan jika jas itu punya kenangan karena jas itulah yang dikenakan BTP saat menikahi Veronica Tan.

Saat itu ahok berpesan agar jas tersebut disimpan, siapa tahu suatau saat dapat dipergunakan untuk mencari tambahan uang.

"Mungkin saat itu untuk disewakan kepada pengatin, yang dirias di sini," ujar Yuniar.

Yuniar mengatakan sedari dulu, BTP punya karakter yang tegas dan keras. Dalam setiap rapat, BTP selalu bicara ceplas-ceplos kalau memang pekerjaan tidak sesuai dengannya.

Suatu ketika, BTP pernah geram gara-gara produksi perusahaanya tak sesuai target yakni 500 ton.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved