Berita Bangka Tengah

Datangi Wakil Rakyat, Warga Desa Batu Beriga Tolak Penambangan PIP

Sejumlah warga Desa Batu Beriga Senin (18/11/2019) menyambangi Kantor DPRD Kabupaten Bangka Tengah (Bateng).

Datangi Wakil Rakyat, Warga Desa Batu Beriga Tolak Penambangan PIP
Bangkapos.com/Muhammad Rizki
Audiensi masyarakat batu beriga dengan DPRD Bateng 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sejumlah warga Desa Batu Beriga Senin (18/11/2019) menyambangi Kantor DPRD Kabupaten Bangka Tengah (Bateng).

Kedatangan warga tersebut, untuk beraudiensi terkait penolakan keras masyarakat terhadap Ponton Isap Produksi (PIP) di perairan Desa Batu Beriga.

Audiensi bertempat di ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Bateng, dan disambut langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Bateng Batianus, Wakil Ketua II DPRD Bateng Supriyadi, Wakil Bupati Bateng Yulianto satin, Kapolres Bateng, AKBP Slamet Ady Purnomo, Danramil Koba Mayor Sahudi, Ketua Komisi III DPRD Bateng, Era Susanto, Anggota Komisi III DPRD Bateng yakni Firman, Herman, Budi darma, Subandri dan Anandar. Menyusul Ketua DPRD Bateng Me Hoa yang turut hadir untuk menyerap aspirasi masyarakat tersebut.

Masyarakat yang dikomandoi oleh Kades Batu Beriga Abdul Gani, dan Ketua BPD Batu Beriga Darius. Saat mendapat giliran bicara Darius mengatakan jika percobaan menambang timah di laut Batu Beriga sudah terjadi sejak tahun 2006 lalu.

"Kami masyarakat Batu Beriga mayoritas berprofesi sebagai nelayan sudah sepakat menolak aktifitas dalam bentuk apapun di laut kami," kata Darius, Senin (18/11/2019)

Ia juga mengatakan rencana keberadaan PIP di Desa Batu Beriga dapat mengganggu stabilitas keamanan, ketertiban lingkungan masyarakat. 

Untuk itu dia berharap kepada DPRD Bateng agar dapat menyelesaikan permasalahan ini.

Darius mengaku, di lapangan sudah menyebar selebaran yang tidak bertuan alias tidak tahu asal usulnya, yang mengiming-imingi masyarakat untuk mendukung aktifitas PIP tersebut. Kemudian membangun bangunan permanen yang katanya pos pengamanan aktifitas tambang di laut tersebut.

"Sekarang sudah bertebaran selebaran di lingkungan masyarakat. Di pohon-pohon, di jalanan kertas sebanyak 3 lembar berhamburan membuat resah. Isi selebaran itu iming-iming kepada masyarakat agar mendukung aktifitas mereka, isinya seperti 10 persen penghasilan untuk masyarakat Desa Batu Beriga. Sayangnya tidak tahu siapa pelaku penyebar selebaran ini," katanya.

Hal senada juga di sampaikan Tokoh Masyarakat Desa Batu Beriga, Marzuki yang juga sepakat dengan Darius untuk menolak semua aktifitas tambang di Laut Desa Batu Beriga.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Rizki
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved