Selasa, 14 April 2026

Kenal Teman Kencan Lewat Tinder, Gadis Ini Tewas saat Berhubungan Badan

Dikatakan pengacara tersangka bahwa gadis asal Inggris ini yang meminta pasangannya untuk mencekiknya lebih kuat saat mereka melakukan hubungan seks.

Editor: Evan Saputra
Facebook via Mirror
Grace Millane, seorang gadis 21 tahun meninggal secara tragis karena dicekik saat berhubungan seks dengan pasangan kencan yang ia kenal lewat Tinder. 

Kenal Teman Kencan Lewat Tinder, Gadis Ini Tewas saat Berhubungan Badan

BANGKAPOS,COM - Grace Millane, seorang gadis 21 tahun meninggal secara tragis karena dicekik saat berhubungan seks dengan pasangan kencan yang ia kenal lewat Tinder.

Dikatakan pengacara tersangka bahwa gadis asal Inggris ini yang meminta pasangannya untuk mencekiknya lebih kuat saat mereka melakukan hubungan seks.

Hal ini dituturkan oleh Ian Brookie pengacara tersangka di hadapan hakim di Pengadilan Tinggi Auckland Selandia Baru, saat membela si pembunuh Grace Millane.

Pengacara Ian Brookie mengatakan, "terdakwa hanyalah seorang pemuda yang siap melakukan apa pun yang diinginkan pasangan seksualnya di kamar."

Brookie mengatakan bahwa sangat jelas Grace Millane suka dicekik saat berhubungan badan.

Grace
Grace Millane (Mirror)

"Terdakwa tidak menganggap (pencekikan ini) sebagai tindakan berbahaya," kata Brookie membela kliennya, seperti dilansir oleh Mirror.co.uk, Kamis (21/11/2019).

Sebagai informasi, Grace Millane merupakan backpacker dari Wickford, Essex, Inggris yang tengah melakukan perjalanan ke Selandia Baru saat peristiwa tragis tersebut terjadi.

Tersangka yang berusia 27 tahun ini mengklaim kepada polisi bahwa Grace Millane mengatakan kepadanya bahwa korban belajar teknik BDSM dengan mantannya.

Tersangka juga mengklaim dirinya tidak tahu ia melakukannya benar atau salah.

“Itu adalah bagian dari tindakan seksual yang mereka lakukan dan itu menyenangkan. Dia tidak cukup berpengalaman untuk benar-benar tahu bagaimana melakukannya dengan benar dan apa bahayanya sebenarnya," kata Brookie.

“Mereka berada dalam panasnya momen bersama, penilaian dan persepsi mereka terpengaruh oleh alkohol. Mereka hanya fokus berhubungan seks," tambahnya.

“Apa yang mereka lakukan, saling menekan leher masing-masing, hanyalah bagian dari gaya berhubungan seks untuk beberapa orang," bela sang pengacara.

“Mereka tidak menganggapnya sebagai tindakan berbahaya."

Pengacara yang membela terdakwa
Pengacara yang membela terdakwa,Ian Brookie (Mirror)

"Dia (korban) mendorongnya untuk melakukan ini dan ingin lebih kuat lagi (cekikannya) karena ini yang dia sukai." tutur Brookie.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved