Sudah 'Berat Ujung' Kisah Pria Lampiaskan Nafsu Perkosa Ratusan Ayam dan Dua Sapi
Sudah 'Berat Ujung' Kisah Pria Lampiaskan Nafsu Perkosa Ratusan Ayam dan Dua Sapi
BANGKAPOS.COM - Maraknya kasus pemerkosaan belakangan ini ternyata kembali memunculkan artikel yang mengelitik.
Bagaimana tidak artikel berjudul Pria aneh perkosa 300 ayam, polisi bingung cari pasal pidana yang sempat menghebohkan di 2013 silam kembali muncul.
Uniknya lagi artikel berjudul pria aneh Perkosa 300 ayam, polisi bingung cari pasal pidana ternyata sering muncul di Google Analytic (GA)
Tidak mau termakan hoaks atau informasi yang belum jelas kebenarannya, akhirnya mencoba menelusuri kebenaran pemberitaan tersebut.
Apakah informasi itu benar ada atau sekedar hoaks. Kalau ada?, apakah benar terjadi di Indonesia atau kejadiannya di luar negeri.
Setelah dilakukan pengecekan ternyata berita tentang kasus pemerkosaan tersebut ternyata benar terjadi di daerah Tasikmalaya.
Pelakunya sendiri bahkan sudah diadili.
kasus pemerkosaan itu terjadi pada akhir 2013 silam.
Kala itu, As tersangka yang memerkosa seorang bocah perempuan juga mengaku telah memerkosa ratusan ayam.
Pengakuan warga Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat tersebut, tentu membuat Akur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Tasikmalaya yang bertugas saat itu, Iptu Maulana mengaku kebingungan terhadap pengakuan AS
"Kita bingung, enggak ada pasal pidana yang mengatur pemerkosaan ayam. Masak ayam harus bersaksi sebagai korban," jelas Maulana kepada sejumlah wartawan di Markas Polres Tasikmalaya, Jumat (20/12/2013) silam.
Menurut Maulana, saat disidik polisi beberapa bulan sebelum diadili, AS hanya mengaku memerkosa seorang anak bawah umur.
Namun, pihaknya kaget saat dalam persidangan tersangka mengaku juga telah memerkosa ayam.
"Hampir 300 ayam yang digituin oleh pelaku, dan beberapa di antaranya mati. Tidak semuanya mati. Pengakuan baru tersangka pun diakuinya sendiri saat menjawab pertanyaan hakim di persidangan," kata Maulana.
Maulana menambahkan, tersangka ditangkap dengan dugaan telah menodai siswi Sekolah Dasar (SD) beberapa bulan sebelumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-buka-celana.jpg)