Rocky Gerung Geram Tito Karnavian yang Sebut Jakarta Kayak Kampung di Depan Anies: Itu Menghina NKRI

Tito Karnavian Sebut Jakarta Kayak Kampung di Depan Anies, Rocky Gerung Geram: Itu Menghina NKRI!

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto via Kompas.com - YouTube/Kompas TV
Rocky Gerung Geram Tito Karnavian yang Sebut Jakarta Kayak Kampung di Depan Anies: Itu Menghina NKRI 

"Jadi, terjadi semacam kegalauan atas demokrasi karena yang tidak menggunakan sistem tersebut ekonominya melompat (lebih maju). Vietnam misalnya, sosialis kondisinya ekonominya melompat," tutur Tito.

Agnez Mo Disebut Punya Kekayaan Rp 430 Miliar, Ini Sumur Uangnya, Hasilkan Duit Sejak Usia 6 Tahun

Selain itu, dia juga mencontohkan Thailand yang mana saat ini junta militer mengambil alih sistem demokrasi.

"Supremasi sipil (di Thailand) diambil alih jadi junta militer dan ekonominya jalan. Juga di tempat lain Mesir yang tadinya diterapkan demokrasi, berantakan diambil oleh militer juga, " papar Tito.

Dalam sebuah pidatonya di depan Anies Baswedan, Tito Karnavian bahkan terang-terangan menyebut Jakarta seperti kampung jika dibandingan dengan Shanghai. (Kolase Kompas.com)
Dalam sebuah pidatonya di depan Anies Baswedan, Tito Karnavian bahkan terang-terangan menyebut Jakarta seperti kampung jika dibandingan dengan Shanghai. (Kolase Kompas.com)

Dirinya kembali menyinggung China yang mengalami kemajuan ekonomi pesat meski tidak menganut demokrasi.

"Di China hanya satu partai. Non-demokrasi, itu melompat ekonominya," ungkapnya.

Bahkan saat ini, lanjut Tito, ekonomi China mulai melampaui Amerika Serikat hanya dalam waktu 20 tahun.

Sederet Fakta Unik Wanita Rusia, dari Suka Pakai Rok Mini hingga Bisa Memasak, Ini Jelasnya

Padahal, pada masa lalu banyak pihak yang meragukan negara Tirai Bambu itu.

Sejalan dengan kondisi ekonomi yang semakin baik, menurut Tito, tata kelola lingkungan di China juga semakin bagus.

Hal ini, kata dia, dilihat dari perkembangan tata kota China yang membaik.

"Tahun 1998 saya masih ingat, saya kebetulan (menempuh pendidikan) Sesko di Australia saat itu, dan sedang studi banding ke China. Saat itu Kota Beijing dan Kota Shanghai masih banyak yang naik sepeda," ungkap Tito.

"(Saat itu) dibandingkan dengan Jakarta, Beijing (dan Shanghai) kayak kampung. Rumah-rumah kumuh, sungai kotor dan hitam banyak di mana-mana. Sepeda masih di jalan-jalan," lanjut Tito.

Dua tahun kemudian, yakni pada 2000, Tito kembali ke China dalam rangka tugas investigasi.

Kronologi Cewek 19 Tahun Tewas Kelelahan saat Bercinta, Mulutnya Keluarkan Busa, Sempat Lakukan ini

Saat itu sepeda motor mulai banyak digunakan masyarakat China.

Selanjutnya, pada 2004 Tito juga mengunjungi China.

"Tahun 2004 mulai mobil sudah, tapi tidak begitu bagus. Beberapa tahun kemudian saya datang lagi mulai terlihat infrastruktur, transportasi berkembang. Mobil mengkilat sudah banyak sekali," katanya.

Halaman
1234
Sumber: TribunnewsWiki
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved