Kisah Angker Segitiga Bermuda, 5 Pesawat Tempur Amerika Hilang hingga Tim Penyelamat Tak Kembali
hilangnya skuadron ini justru memperkuat legenda Segitiga Bermuda, yaitu sebuah wilayah di Samudera Atlantik
BANGKAPOS.COM - Kisah keangkeran Segitiga Bermuda sudah sangat melegenda.
Pesawat udara mau kapal laut tidak sedikit yang hilang saat melintasi tepat di perairan Segitiga Bermuda yang terletak di Samudra Atlantik ini.
Lima Pesawat tempur milik Amerika Serikat, beserta para awaknya, 74 tahun atau tepatnya 5 Desember 1945, hilang tak berbekas.
Tim penyelamat yang dikerahkan pun tak bisa kembali.
Hingga saat ini 5 pesawat torpedo-bomber yang terdiri atas flig 19 itu dan para tim pencari belum juga ditemukan.
Melansir dari History, Flight 19 dijadwalkan untuk membawa skuadron ke timur sejauh 120 mil, ke utara sejauh 73 mil, dan menempuh 120 mil untuk kembali ke pangkalan angkatan laut.
* Malfungsi Kompas
Dua jam setelah dimulai, pemimpin skuadron melaporkan bahwa kompas dan kompas cadangan tidak dapat berfungsi sehingga posisinya pun tidak dapat diketahui.
Pesawat lainnya pun melaporkan malfungsi alat yang sama.
Fasilitas radio di darat telah dihubungi untuk menemukan lokasi dari skuadron yang hilang. Akan tetapi, tidak ada yang berhasil.
Setelah lebih dari dua jam, pada pukul 6.20 sore, terdengar sebuah transmisi radio yang terdistorsi dari pemimpin skuadron
berisi seperti panggilan kepada orang-orang untuk bersiap-siap meninggalkan pesawat secara bersamaan karena kekurangan bahan bakar.
Beberapa stasiun radar di darat pada akhirnya mampu menunjukkan posisi Flight 19, yaitu di suatu tempat di utara Bahamas dan timur Pantai Florida.
* Skuadron dan Tim Penyelamat Hilang
Kemudian, pencarian dan pesawat Mariner penyelamat lepas landas dengan tim beranggotakan 13 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/segitiga-bermuda_20171117_232424.jpg)