Inilah 6 Gebrakan Erick Thohir Setelah Sebulan Menjabat, Yunarto Sebut Rini Soemarno Ngapain Aja?

Inilah 6 Gebrakan Erick Thohir Setelah Sebulan Menjabat, Yunarto Sebut Rini Soemarno Ngapain Aja?

Kolase Tribunnews dan Kompas.com
Melihat gebrakan Menteri BUMN Erick Thohir, Yunarto Wijaya Pertanyakan kinerja Rini Soemarno sebelumnya. 

Maka dari itu, efisiensi birokrasi harus dilakukan.

11 Tempat Ini Ternyata Tak Bisa Terlihat di Google Earth, Ada Kota Rahasia hingga Penjara

3. Menunjuk Ahok sebagai Komut PT Pertamina (Persero)

Salah satu gebrakan Erick Thohir yang banyak menuai pro dan kontra adalah menunjuk Ahok menjadi salah satu bos BUMN, yaitu PT Pertamina (Persero).

Sebelumnya, Erick Thohir telah bertemu terlebih dahulu dengan Ahok dan kemudian melaporkan hasil pertemuan tersebut kepada Presiden Jokowi.

Sebelum pada akhirnya ditetapkan, Presiden menyampaikan bahwa Ahok tetap menjalani proses seleksi untuk dapat lolos dan menjabat dalam salah satu BUMN.

Rocky Gerung Terang-terangan di Depan Mahfud MD Tegaskan Pancasila Bisa Diubah, Ini Alasannya

4. Menunjuk mantan Komisioner KPK untuk menjadi Komut BTN

Selain Ahok, Erick Thohir juga mengundang mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah ke Kantor Kementerian BUMN, Senin (18/11/2019).

Dalam pertemuan tersebut, Erick Thohir didampingi oleh kedua Wamen BUMN, yaitu Budi Gunawan Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo.

Pertemuan tersebut membahas seputar perkembangan BUMN secara luas.

Chandra Hamzah tidak menyebutkan sektor apa yang difokuskan dalam pembahasan tersebut.

Namun, akhirnya, Erick Thohir mengumumkan telah menunjuk Chandra Hamzah sebagai Komisaris Utama BTN.

Ustaz Abdul Somad Talak Cerai Istri, Mellya Ngaku Kaget: Saya Merasa Tak Pernah Melakukan Kesalahan

5. Melakukan evaluasi 11 perusahaan air minum

Erick Thohir juga tengah mengevaluasi anak perusahaan BUMN yang tidak jelas dasar pembentukannya.

Sebagaimana diberitakan Kompas.com (20/11/2019), Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mencontohkan, saat ini ada 11 perusahaan air minum milik BUMN.

Menurut dia, banyaknya perusahaan pelat merah yang bergerak dalam industri yang sama tidak baik bagi bisnis perusahaan yang bersangkutan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved