Berita Pangkalpinang

Ujian Nasional Dihapus, Jumli: Ada Dampak Positif dan Negatifnya

ujian nasional dapat menjadi implemetasi keadilan bagi siswa yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana serta tenaga pendidik yang masih

Ujian Nasional Dihapus, Jumli: Ada Dampak Positif dan Negatifnya
IST/Jumli
Jumli Jamaluddin, Pemerhati Kebijakan Publik atau Ketua Lembaga Partisipasi Pengawas dan Pemerhati Pelayanan Publik Bangka Belitung (LP5 Babel). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Pemerhati Kebijakan Publik atau Ketua Lembaga Partisipasi Pengawas dan Pemerhati Pelayanan Publik Bangka Belitung (LP5 Babel), Jumli Jamaluddin, memberikan tanggapan terkait kebijakan penghapusan UN (Ujian Nasional) yang akan dihapuskan pada tahun 2021 mendatang.

"Sebetulnya kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari rencana Kemendikbud RI sebelumnya, yaitu rencana kebijakan pada masa Kemendikbud sebelum ini. Kebijakan ini tentunya merupakan kebijakan publik yang dibuat oleh pemerintah pusat. Sebab karena itu kebijakan tersebut agar tidak menimbulkan pro-kontra yang berlebihan diantara bebabagai kalangan di masyarakat," ujar Jumli kepada bangkapos.com, Jumat (13/12/2019).

Ia mengatakan tentunya pemerintah sudah memiliki solusi alternatifnya yang dapat meredakan pro-kontra tersebut dengan dihapusnya UN.

"Sistem UN sendiri bertujuan sebagai tolok ukur pemetaan pendidikan negeri ini. Ujian nasional merupakan penentu kelulusan siswa, sehingga banyak siswa yang tidak siap menghadapinya. Dihapusnya ujian nasional sudah pasti memiliki dampak positif dan negatifnya," katanya.

Menurutnya dampak positif, ketakutan siswa menghadapi ujian nasional yang menjadi momok menakutkan bagi siswa akan berkurang, berarti siswa tak terlalu merasa terbebani untuk belajar yang sampai memporsirkan waktu belajarnya.

Dihapusnya ujian nasional dapat menjadi implemetasi keadilan bagi siswa yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana serta tenaga pendidik yang masih minim.

"Padahal siswa dituntut harus bersaing dan menjawab soal yang sama dengan siswa yang memiliki fasilitas pendidikan yang memadai. Belum lagi kemampuan belajar siswa yang biasa-biasa saja bersaing dengan siswa yang luar biasa kemampuan otak dan belajarnya. Bahkan menjadi acuan bagi siswa layak atau tidaknya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya," jelasnya.

Namun dihapusnya ujian nasional juga sudah pasti memiliki dampak negatif yang dapat menimbulkan semangat siswa untuk belajar menjadi berkurang mengingat siswa tidak memiliki tantangan untuk kelulusan siswa maupun untuk melanjutkan sekolah ke jenjang berikut.

Terlebih lagi melanjutkan sekolah atau perguruan tinggi yang menjadi rebutan para siswa. Sehingga tantangan bagi siswa untuk mengejar prestasi semakin berkurang dan bahkan bisa tidak menjadi hirauan siswa, ataupun semangat untuk giat belajar akan menjadi berkurang.

"Namun semua itu dengan adanya kebijakan pemerintah menghapuskan ujian nasional maka tentunya pemerintah sudah memiliki solusi alternatif sehingga penghapusan UN diharapkan tidak berdampak buruk bagi dunia pendidikan, justru diharapkan dapat memiliki dampak kemajuan bagi dunia pendidikan serta dapat memenuhi rasa keadilan dalam memperoleh pendidikan yang layak untuk semua kalangan," harap Jumli. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved