Selasa, 2 Juni 2026

Harga Timah Tembus Rp1 Juta per Kilogram

Harga timah dunia kembali melesat hingga menembus Rp1 juta per kilogram. Lonjakan ini dipicu terbatasnya pasokan global dari sejumlah ..

Tayang:
Istimewa
HARGA TIMAH - Perdagangan timah dunia menunjukkan kenaikan harga. Pada 2 Juni 2026, harga timah di London Metal Exchange (LME) tercatat mencapai US$56.649 per metrik ton. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Rp1 juta per kilogram, harga timah dunia semakin menggila. Tren kenaikan terus terjadi dan mendekati rekor di awal tahun.

Pada 2 Juni 2026, harga timah di London Metal Exchange (LME) tercatat mencapai US$56.649 per metrik ton, hanya terpaut tipis dari rekor tertinggi tahun ini yang sempat menyentuh US$57.425 per metrik ton pada Februari lalu.

Dengan kurs rupiah yang berada di kisaran Rp17.878 per dolar AS, harga timah dunia saat ini setara dengan Rp1.011.666 per kilogram.

Artinya, setiap satu kilogram timah yang diperdagangkan di pasar internasional kini bernilai lebih dari satu juta rupiah.

Namun di balik lonjakan harga yang fantastis itu, tersimpan cerita tentang kelangkaan pasokan global, perubahan kebijakan pertambangan Indonesia, hingga ledakan kebutuhan industri teknologi dunia.

Dalam kurun waktu kurang dari setahun, harga timah dunia mengalami kenaikan yang luar biasa. Pada akhir 2025, harga timah masih berada di kisaran US$36.435 per ton. Kini, nilainya telah melesat menembus US$55.000 per ton.

Kenaikan hampir 55 persen tersebut menjadi salah satu reli harga komoditas paling agresif yang terjadi di pasar logam dunia.

Kenaikan harga timah global mulai terlihat nyata dalam laporan keuangan PT Timah Tbk (TINS).

Pada kuartal pertama 2026, emiten pelat merah tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp1,5 triliun, hanya dalam tiga bulan pertama tahun berjalan.

Capaian tersebut telah mencapai sekitar 44,6 persen dari target laba bersih tahunan yang diproyeksikan analis.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Andhika Audrey, menilai kinerja tersebut menjadi bukti kuat bahwa PT Timah sedang memasuki fase pemulihan laba.

"Hasil kuartal I-2026 mengonfirmasi tesis kami mengenai titik balik pertumbuhan laba (earnings inflection). Kinerja kuat ini ditopang oleh harga jual rata-rata yang tinggi serta ekspansi margin yang signifikan," tulis Andhika dalam risetnya.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, PT Timah menjual sekitar 6.000 ton timah olahan dengan harga jual rata-rata mencapai US$49.200 per ton.

Sementara biaya tunai perusahaan masih terjaga pada level US$21.500 per ton.

Kombinasi harga tinggi dan pengendalian biaya membuat margin laba perusahaan melonjak tajam.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved