Breaking News
Minggu, 19 April 2026

DUEL MAUT Anggota Densus 88 Vs Terduga Teroris di Jalanan hingga Kejar-kejaran dan Ditusuk 6 Kali

Peristiwa itu, seingatnya terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, beberapa saat sebelum azan asar dikumandangkan.

Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Ilustrasi anggota densus 88 

"Dia sempat mau ngejar kayaknya. Walaupun dia susah ngengkol motornya, susah nyalanya. Pas nyala, motornya mutar, mau ngejar, tapi mutar lagi, ke arah Bungo," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, terduga teroris di Jambi  menusuk anggota Densus 88 dengan pisau, setelah melakukan perlawanan sengit.

Anggota Densus 88 tersebut bernama Bripda Saud itu disebut-sebut menjadi korban penusukan terduga teroris di Jambi bernama Wahyu Firmansyah.

Peristiwa baku hantam antara anggota Densus 88 dengan terduga teroris di Jambi ini terjadi di Jalan Lintas Tebo- Bungo KM 5 Dusun Bogo Rejo, Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Jambi, Rabu (18/12/2019) siang.

Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono membenarkan kejadian tersebut.

Bripda Saud mengalami enam luka tusuk di bagian perut dan kaki. Korban kini sedang menjalani perawatan di RSUD Tebo.

"Luka tusukan sebanyak 6 buah di bagian perut dan kaki," katanya.
"Untuk personel Densus Bripda Saud saat ini mejalani perawatan di RSUD Tebo," kata Argo Yuwono dalam keterangan tertulis, Kamis (19/12/2019).

Saat ini terduga teroris bernama Wahyu Firmansyah itu sedang diburu oleh personel Densus 88 dan anggota Polres Tebo.

"Pelaku masih dilakukan pengejaran oleh anggota," tutur Argo Yuwono.

Kejadian bermula ketika Bripda Saud bersama seorang rekannya, Bripda Dedi Yonesa, sedang membuntuti terduga teroris berinisial WF.

Di Jalan Lintas Tebo-Bungo KM 5 Dusun Bogo Rejo, Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Tebo Tengah, Jambi, kedua anggota mengadang sepeda motor yang ditumpangi terduga teroris.

"WF langsung menjatuhkan motor R2 yang dikendarainya, dan langsung menyerang Bripda Saud dan Bripda Dedi," kata Argo Yuwono dalam keterangan tertulis, Kamis (19/12/2019).

Menurut keterangan Argo Yuwono, sempat terjadi pergumulan yang cukup hebat antara korban dan pelaku.

Ketika itu terduga teroris memiliki kesempatan untuk menikam Bripda Saud menggunakan sebuah senjata tajam jenis pisau.

"Sajam jenis pisau itu diarahkan pelaku ke arah badan Bripda Saud sampai terjadi pergumulan," beber Argo Yuwono.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved