Selasa, 28 April 2026

Kasus Penusukan

Tanggapi Kasus Penusukan, Bupati Bangka Tengah Minta Warga Bersabar dan Tidak Bertindak Anarkis

Bupati Bateng Ibnu Saleh mengajak agar masyarakat Desa Batu Belubang dapat menjaga situasi agar tetap kondusifitas

Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Yuranda
Pelaku Penusukan, Dua Warga Batu Belubang, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, di Polres Pangkalpinang, Senin (23/12/2019) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Menyikapi konflik yang terjadi di Desa Batu Belubang Kabupaten Bangka tengah (Bateng), Bupati Bateng Ibnu Saleh mengajak agar masyarakat Desa Batu Belubang dapat menjaga situasi agar tetap kondusifitas daerahnya dan menyerahkan kasus ini untuk ditangani oleh pihak kepolisian.

"Masyarakat dimohon untuk tetap tenang dan bersabar, karena kasus ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian, dan sudah tertangkap untuk diproses sesuai dengan aturan yang berlaku," imbau Ibnu, Senin (23/13/2019) kepada Bangkapos.com saat dikonfirmasi melalui telepon.

Orang nomor satu di Kabupaten Bateng ini juga meminta agar masyarakat tidak bertindak anarkis, dan rencananya hari ini Ibnu mengatakan akan mengunjungi korban penikaman tersebut.

Imbauan juga disampaikan oleh Wakil Bupati Bateng Yulianto Satin, ia berharap agar masyarakat tetap tenang dan menjaga kondusifitas.

Ia mengatakan jika semalam (22/12/2019)  sudah dihubungi oleh Kapolres Pangkalpinang, yang mengabarkan bahwa terduga pelaku penusukan warga Batu Belubang sudah ditangkap.

"Berikanlah kesempatan kepada penegak hukum untuk memproses ini, jangan anarkis, jangan terprovokasi, jaga kampung kita agar tetap kondusif," kata Yulianto, Senin (23/12) kepada Bangkapos.com

Yulianto juga mengatakan, jika hari ini pihaknya akan rapat dengan Wakil Gubernur Provinsi Babel Abdul Fatah, beserta forkopimda provinsi dan kabupaten, dan Kapolres Pangkalpinang, untuk membahas permasalahn di Desa Batu Belubang. 

Konferensi pers, Pelaku Penusukan Terhadap Dua Warga Desa Batu Belubang  Pangkalan Baru, Bangka Tengah, Senin (23/12/2019)
Konferensi pers, Pelaku Penusukan Terhadap Dua Warga Desa Batu Belubang Pangkalan Baru, Bangka Tengah, Senin (23/12/2019) (Bangkapos.com/Yuranda)

Jangan Libatkan Warga Selapan yang Tak Bersalah

Menanggapi kejadian ini, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Tokoh Agama Kabupaten Bateng Hasyim Sya'roni mengimbau kepada masyarakat Bangka Tengah (Bateng) agar bisa menahan diri.

Ia juga berharap agar warga Selapan yang tidak bersalah agar tidak dilibatkan sehingga agar situasi di Desa Batu Belubang tetap kondusif dan aman.

Imbauan ini disampaikannya terkait kasus penusukan Warga Desa Batu Belubang, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, yang sebelumnya diduga dilakukan oleh oknum warga Selapan, terhadap dua orang korban yang merupakan ayah dan anak warga Desa Batu Belubang, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng).

"Namanya oknum kan itu pribadi orang, kepada yang lain, yang tidak bersalah agar jangan dilibatkan,"  kata Hasyim, kepada Bangkapos.com, Minggu (22/12/2019).

Dia meminta agar warga jangan mudah terpengaruh jika ada ajakan yang kurang baik, menurutnya perlu di analisa dan dipahami terlebih dahulu, agar tidak mudah tersulut emosi.

"Harapan saya agar semua bisa menahan diri, melihat sebab musababnya, jangan sampai melebar ke daerah-daerah lain, harus ada kesabaran sebagai orang yang beriman," imbau Hasyim.

Jangan Anarkis

Imbauan juga disampaikan, Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman. Ia meminta masyarakat menahan diri untuk tidak bertindak anarkis mensikapi kasus penusukan yang terjadi di Batu Belubang hingga berimbas terhadap pengusiran warga pendatang, Selapan Sumatera Selatan.

Ia mengatakan, persoalan seperti ini bukan sekali ini saja terjadi, sehingga ia mengharapkan masyarakat bisa menahan diri agar tidak bertindak anarkis.

"Kepada masyarakat agar menahan diri jangan anarkis, karena kejadian ini sudah sering terjadi pihak keamanan kepolisian agar segera bertindak, kita tidak mau kejadian tahun lalu terulang, perlu antisipasi dan bukti dalam perjanjian antar masyarakat, kalau bikin onar angkat kaki,"ungkap Gubernur Babel kepada Bangkapos.com, Senin (23/12/2019).

Ducunli Pelaku Penusukan Dua Warga Batu Belubang, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, di Polres Pangkalpinang, Senin (23/12/2019) (Bangkapos.com/Yuranda)
Erzaldi mengatakan, setiap warga yang datang harus menjaga etika dan menjunjung tinggi adat dan aturan di wilayah itu.

"Tentunya namanya pendatang silakan saja, tetapi inilah kita kadang harus junjung etika lebih tinggi, karena dimana bumi dipijak ada adat harus kita junjung. Jangan datang bikin onar, sombong lagi dan lain sebagainya buat keresahan, ketika mereka datang juga ada pertemuan dengan masyarakat, maka ada perjanjian di Desa, jangan karena ada sedikit berefek besar kepada masyarakat sekitar," ungkapnya.

Dari kejadian tersebut, Erzaldi mengimbau selalu menghormati antar sesama dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara.

"Saya mengimbau masyarakat pendatang ayo sama-sama bekerja, dan harus saling menghormati antar sesama, dan saya juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh pihak Kepolisian dalam mengamankan kasus ini," ajak Erzaldi.

Konferensi pers penangkapan pelaku penusukan terhadap dua warga desa Batu Belubang Pangkalan Baru, Bangka Tengah, Senin (23/12/2019)
Konferensi pers penangkapan pelaku penusukan terhadap dua warga desa Batu Belubang Pangkalan Baru, Bangka Tengah, Senin (23/12/2019) (Bangkapos.com/Yuranda)

Pelaku Penusukan Ditangkap

Ducunli (32) berhasil ditangkap anggota Buser Polres Pangkalpinang, di rumah sepupu pelaku di Desa Teladan, Kelurahan Suka Damai, Taboali, Bangka Selatan, Minggu (22/12/2019) malam.

Pelaku ditangkap karena melakukan tindakan penganiayaan atau penusukan terhadap dua warga Batu Belubang, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, yang terjadi beberapa hari lalu.

"Tim Opsnal Polres Pangkalpinang berhasil menemukan barang bukti berupa motor Fino warna biru, baju warna biru, dan sebilah pisau yang ada di buang di perkarangan rumah kontrakan di Desa Sampur, " kata Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono, Senin (23/12/2019) Konferensi pers di Polres Pangkalpinang.

Barang bukti ditemukan di kontrakan miliknya di Desa Sampur, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, pada Minggu (22/12/2019) sore.

Setelah mendapat barang bukti, anggota Opsnal Polres Pangkalpinang melakukan penelusuran terhadap barang bukti tersebut.

"Setelah Tim Opsnal bersama Kasat Reskrim dan Kanit Buser penulusuran berhasil menangkap pelaku di Taboali, di rumah sepupu pelaku," katanya.

Pelaku berhasil dibekuk kurang dari 24 jam dan langsung dibawa ke Polres Pangkalpinang guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal Pasal 351 tentang penganiayaan, dan diancam kurungan selama lima tahun.

Ducunli Minta Maaf

Pelaku penusukan Ducunli (32) mengaku telah melakukan penusukan terhadap dua warga Desa Batu Belubang, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, Sabtu (21/12/2019) siang.

Ducunli mengatakan, saat itu ia ada keperluan kerja jadi lewat di daerah kebintik. Saat lewat ada yang teriak di situ, dan ia berhenti. Kata Ducunli saat itu dirinya sempat bertanya ada apa kepada orang yang berteriak itu. 

"Teman korban bilang debu jangan ngebut, dan saya bilang saya sudah pelan. Tapi anginnya kencang, terus saya disuruh pulang dan saya minta maaf terus disuruh pulang," kata Ducunli, pelaku penusukan dua warga Batu Belubang, Senin (23/12/2019).

Sedangkan korban satunya, lanjut Ducunli yang jaraknya jauh dari dirinya (mungkin) kurang mendengar langsung emosi, dan langsung mengambil sekop mengejar dirinya sambil berkata kasar.

"Saya tersinggung, waktu itu saya pakai kendaraan roda empat merk Grand Livina warna hitam, terus saya ambil motor saya yang dipakai anak buah saya di kontrakan daerah sampur. Kemudian saya balik lagi ke tempat tadi (saat ketemu korban). Saya lakukan penusukan terhadap mereka," ujarnya.

Ducunli mengaku penusukan dilakukannya seorang diri. Lanjut dia, usai menusuk korban dirinya langsung putar balik pulang ke kampungnya.

"Saya melakukannya sendirian. Saya tidak kenal korban. Waktu itu saya kabur karena saya takut misal menunggu saya bisa mati. Saya menyesal dan meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban," kata Ducunli penuh sesal.

KTP milik sosok yang diduga pelaku penusukan
KTP milik sosok yang diduga pelaku penusukan (Istimewa)

Terbongkar

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bangka Selatan, Benny Supratama mengatakan Ducunli (32), pelaku penusukan terhadap 2 warga Desa Batu Belubang merupakan warga Kabupaten Bangka Selatan.

Sebelumnya beredar informasi bahwa pelaku diduga berasal dari Selapan, Sumatera Selatan. 

Ketika dikonfirmasi Bangkapos.com, Benny menyebutkan secara detail blanko KTP Ducunli dicetak pada Jumat, (20/12/2019) untuk menggantikan blanko KTP lama yang telah rusak.

"Jumat lalu pihak kami mengganti KTP bersangkutan lantaran KTP lamanya sudah rusak," ucap Benny pada Senin, (23/12/2019).

Sementara itu, berdasarkan pemberitaan Bangkapos.com, kasus penusukan oleh Ducunli terhadap 2 warga Batu Belubang terjadi pada Sabtu (21/12/2019) petang. Itu berarti pencetakan KTP atas nama Ducunli itu sehari sebelum kejadian penusukan terhadap 2 warga Desa Batu Belubang.

Lebih lanjut Benny menyebutkan dalam pencetakan ini memang berkas yang dimiliki oleh yang bersangkutan terdata lengkap dan merupakan warga Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Konferensi pers penangkapan pelaku penusukan terhadap dua warga desa Batu Belubang Pangkalan Baru, Bangka Tengah, Senin (23/12/2019)

(Bangkapos.com/Muhamad Rizki/Jhoni Kurniawan/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved