Kamis, 7 Mei 2026

Gerhana Matahari Cincin

Kacamata Khusus untuk Melihat Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019

Pertanyaannya, apakah mata seseorang akan aman bila melihat langsung gerhana matahari total pada 9 Maret nanti.

Tayang:
Penulis: Dedy Purwadi | Editor: Teddy Malaka

BANGKAPOS.COM--Fenomena alam yang akan terjadi di wilayah Indonesia yaitu terjadinya Gerhana Matahari Cincin pada Kamis, 26 Desember 2019.

Gerhana matahari di penghujung 2019 ini dapat disaksikan di wilayah Indonesia, baik secara keseluruhan maupun sebagian saja.
Pertanyaannya, apakah mata seseorang akan aman bila melihat langsung gerhana matahari total pada 9 Maret nanti.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya menjawab dengan jelas bahwa melihat langsung fase gerhana matahari total tidak membahayakan mata.

Karena gerhana matahari cincin adalah fenomena yang terjadi saat matahari, bulan dan bumi berada di posisi yang tepat segaris. Ketika peristiwa ini terjadi, piringan bulan yang teramati dari Bumi lebih kecil daripada piringan Matahari.

Akibat dari kondisi itu, saat puncak gerhana berlangsung, matahari tampak seperti cincin, gelap di bagian tengah dan terang bagian pinggirnya. Gerhana Matahari Cincin (GMC) seperti itu bakal terjadi pada Kamis, 26 Desember 2019.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi GMC 26 Desember akan melintasi kawasan di sejumlah negara, yakni Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, India, Srilangka, Samudra India, Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Samudera Pasifik.

Selain itu, sedikit wilayah Afrika bagian Timur, seluruh wilayah Asia, Samudera Hindia, Australia bagian Utara, dan Samudera Pasifik akan dilintasi Gerhana Matahari Sebagian pada hari yang sama.

Sebagai informasi, selama tahun 2019, terjadi 3 kali gerhana matahari. Namun, hanya GMC pada 26 Desember mendatang yang dapat diamati di wilayah Indonesia.

Pada 5-6 Januari 2019 lalu, Gerhana Matahari Sebagian telah berlangsung, namun tak bisa diamati dari Indonesia. Demikian pula Gerhana Matahari Total pada 2 Juli 2019. Sebagaimana analisis BMKG, Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019 bisa diamati di 25 kota dan kabupaten di Indonesia.

Sejumlah kota dan kabupaten itu tersebar di 7 provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.

Berdasarkan perkiraan peneliti LAPAN, salah satu lokasi terbaik untuk mengamati Gerhana Matahari Cincin pada 26 Desember 2019 adalah di kampung Bunsur, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Sedangkan di sejumlah kota dan kabupaten lainnya, GMC tersebut hanya dapat dilihat berupa Gerhana Matahari Sebagian.

Misalnya, gerhana diprediksi terlihat 72 persen saja di Jakarta. Adapun waktu terbaik untuk mengamati fenomena ini, atau saat fase puncak Gerhana Matahari Cincin tersebut adalah pada pukul 12.15 WIB sampai 12.19 WIB, 25 Desember 2019.

Alat untuk Melihat GMC dan Cara Penggunaannya Meskipun GMC 26 Desember 2019 menarik buat diamati, masyarakat yang ingin memantau fenomena ini perlu memperhatikan keamanan mata. Sebaiknya masyarakat tidak melihat matahari dengan mata telanjang secara langsung, baik saat gerhana maupun tidak. Sebab, intensitas cahaya matahari yang kuat dapat merusak mata dan memicu kebutaan.

Selain itu, masyarakat juga dapat memantau GMC 26 Desember 2019 dengan lebih aman dan menarik dengan sejumlah jenis peralatan.

Berikut empat jenis alat untuk melihat GMC yang direkomendasikan LAPAN.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved