Berita Pangkalpinang
AWAS! Di Jalan Ini Ada Dinosaurus dan Dua Anaknya
terdapat dua bollard berbentuk telur menetas. Di taman ini pun terdapat lukisan dinosaurus serta tujuh buah bollard
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bagi yang melintasi Jalan Ahmad Yani atau persimpangan DKT Pangkalpinang harus berhati-hati, karena akan dikejutkan dengan keberadaan hewan purba zaman pra sejarah, Dinosaurus.
Ukurannya yang besar, gigi dan kuku yang tajam hingga dikenal sebagai pemangsa daging ini terdengar menyeramkan.
Tapi jangan khawatir, meskipun terlihat menyeramkan, mereka tidak akan menggigit apalagi memakan manusia, sebab dinosaurus-dinosaurus itu hanyalah replika yang dibuat di taman dengan nama Taman Vertikal.
Ada tiga dinosaurus yang terpajang di taman vertikal DKT. Satu berukuran sangat besar, bisa dikatakan seperti induknya dan yang dua lagi berukuran lebih kecil.
Selain keberadaan replika tiga hewan purba ini, terdapat dua bollard berbentuk telur menetas. Di taman ini pun terdapat lukisan dinosaurus serta tujuh buah bollard dengan ukiran cat warna warni.
Begitupun sejumlah bunga yang tertempel di dinding memberikan kesan lebih menarik.
Untuk menjaga replika agar tidak rusak, dibagian leher dinosaurus telah dipasangi tulisan "dilarang dinaiki".
Artinya, masyarakat hanya boleh menjadikan dinosaurus untuk swafoto maupun sekedar melihat-lihat saja.
Dinosaurus ini diketahui sudah sekitar satu minggu terpajang di taman vertikal DKT. Pada malam hari, taman ini diberikan penerangan tiga buah lampu yang menyoroti replika dinosasurus tersebut.
Penggagas keberadaan taman vertikal dengan konsep dinosaurus ini dicetus oleh wali kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen).
Pengerjaan taman juga dilakukan oleh OPD terkait di pemerintah kota Pangkalpinang, Dinas Perumahan dan Permukiman.
Alasan Molen menaruh dinosaurus di simpang DKT untuk mempercantik dan menata wajah kota agar terlihat lebih menarik.
Sebetulnya, kata dia, Dinosaurus dipilih lantaran merupakan hewan langka di dunia yang sudah tidak bisa ditemukan lagi sehingga untuk mengedukasi kepada anak-anak, dibentuk lah replikanya dan ditambah konsep taman untuk menyejukkan pandangan.
"Sebetulnya hanya ingin mengedukasi masyarakat melalui taman, terlihat lebih nyaman. Tidak mesti dinosaurus sebenarnya, tapi kebetulan saja karena menurut saya lebih menarik dan mengedukasi," ujar Molen, Kamis (2/1/2020).
Sebetulnya, menurut Molen, banyak taman yang dibangun pemerintah kota ditahun 2019. Hanya saja, yang menjadi daya tarik di taman vertikal tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20200102_taman-dinosaurus-betelok.jpg)