Selasa, 21 April 2026

Inilah KRI Aluguro-405, Kapal Selam 'Jumbo' Buatan Indonesia

Kapal selam Alugoro merupakan kapal selam ketiga dari batch pertama kerja sama pembangunan kapal selam antara

Editor: Iwan Satriawan
Dokumentasi PT PAL Indonesia
KRI Alugoro-405 

BANGKAPOS.COM-- Indonesia patut berbangga karena memiliki kapal selam pertama buatan dalam negeri, yakni KRI Alugoro-405.

Kabar gembira ini dibagikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani melalui akun Facebooknya.

Sri Mulyani memaparkan pesan Presiden Jokowi mengenai kebijakan pengembangan alat utama sistem pertahanan (alutsista) harus turut memperkuat industri pertahanan nasional.

Hal itu dipaparkannya terkait kunjungan ke PT PAL Indonesia (Persero) untuk meninjau langsung kapal selam KRI Alugoro-405 pada Senin (27/1/2020).

Presiden Joko Widodo meninjau kapal selam KRI Alugoro-405 usai memimpin rapat terbatas di fasilitas Produksi Kapal Selam PT PAL, Surabaya, Senin (27/1/2020). Rapat terbatas itu membahas industri pertahanan nasional terutama berkaitan dengan kebijakan pengembangan alat utama sistem senjata di PT PAL. TRIBUN/BIRO PERS/LAILY RACHEV
Presiden Joko Widodo meninjau kapal selam KRI Alugoro-405 usai memimpin rapat terbatas di fasilitas Produksi Kapal Selam PT PAL, Surabaya, Senin (27/1/2020). Rapat terbatas itu membahas industri pertahanan nasional terutama berkaitan dengan kebijakan pengembangan alat utama sistem senjata di PT PAL. TRIBUN/BIRO PERS/LAILY RACHEV (TRIBUN/BIRO PERS/LAILY RACHEV)

Kapal selam Alugoro merupakan kapal selam ketiga dari batch pertama kerja sama pembangunan kapal selam antara PT PAL Indonesia (Persero) dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), Korea Selatan.

KRI Alugoro-405 diproduksi dengan skema transfer teknologi dengan Korea Selatan.

Kapal selam ini memiliki spesifikasi panjang 61,3 meter dengan kecepatan maksimal saat menyelam adalah 21 knot.

Menurut Jokowi, kapal selam buatan anak bangsa ini tak kalah canggih dengan kapal selam buatan negara maju.

Ukurannya pun terbilang jumbo di kelasnya.

Dikutip dari Kompas.com (28/1), Jokowi berkata, "Saya memasuki kapal selam yang tengah bersandar di tepi dermaga PAL di Surabaya ini. Wah, canggih. Panjangnya 61,3 meter, kecepatan maksimal saat menyelam 21 knot, dan kecepatan maksimal di permukaan 12 knot."

Sri Mulyani juga menekankan dalam menjaga ekosistem industri pertahanan lokal yang sehat juga harus diiringi dengan kemandirian.

Salah satu upayanya yakni dengan mengurangi ketergantungan Indonesia pada barang-barang impor.

Pada unggahan tersebut, Sri Mulyani mengatakan, "Presiden Jokowi menegaskan kembali bahwa kebijakan pengembangan alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang dijalankan harus turut memperkuat industri pertahanan nasional."

"Bersamaan dengan itu, ekosistem industri pertahanan lokal yang sehat juga harus dibangun untuk mencapai kemandirian dan mengurangi ketergantungan Indonesia pada barang-barnag impor, utamanya pada komponen pendukung industri tersebut," jelasnya.

Sri Mulyani menambahkan, "Keberhasilan pembangunan kapal selam Alugoro menjadikan Indonesia satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu membangun kapal selam."

Sumber: Intisari
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved