CPNS 2019
Demi Kejar Impian Jadi PNS, 7 Pemuda Luar Daerah Ini Rela Keluar Uang Jutaan Ikut Tes CPNS di Babel
Lubis sapaan akrabnya, rela datang dari daerah asalnya untuk mengikuti seleksi CPNS, demi mewujudkan impiannya serta orang tua.
Demi Kejar Impian Jadi PNS, 7 Pemuda Luar Daerah Ini Rela Keluar Uang Jutaan Ikut Tes CPNS di Babel
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Banyak harapan dan keinginan dari para peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini. Tentunya bukan hal lain, yakni ingin berusaha menjadi seorang abdi negara yang dinilai menjadi jaminan masa depan.
Segala upaya pun dilakukan para peserta, dimulai dari memperkaya pengetahuan dengan membaca sejumlah kisi-kisi hingga mengikuti kursus menjelang seleksi.
Hal tersebut, juga dialami Ridwan Lubis, satu diantara peserta seleksi CPNS Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung (Babel) yang berasal dari Medan, Sumatera Utara (Sumut)
Lubis sapaan akrabnya, rela datang dari daerah asalnya untuk mengikuti seleksi CPNS, demi mewujudkan impiannya serta orang tua.
Sejak dua hari yang lalu, Lubis tiba di Babel untuk bersiap mengikuti seleksi SKD di Kantor Gubernur Babel tersebut.
"Saya tiba Senin (3/2) di sini bang. Nginap di asrama dekat Kantor BKSDM. Ya, saya ingin sungguh-sungguh ikut tes ini. Siapa tahu bisa jadi PNS (Pegawai Negeri Sipil)," ungkap Lubis kepada Bangkapos.com, Rabu (5/2/2020).
Tidak tanggung-tanggung, Lubis rela merogok kantongnya hingga jutaan rupiah agar dapat mengikuti seleksi. Ia mengatakan, untuk biaya sewa asrama sendiri, Lubis mengeluarkan biaya sejumlah Rp 140.000 per malam.
"Kalau tiket kemarin biayanya Rp 1 Juta. Jadi kalau pulang balik Rp 2 Juta. Tapi tak apalah, namanya juga perjuangan," kata Lubis.
"Orang tua juga dukung. Ongkos saya ke sini juga dibantu orang tua juga setengah. Mereka sangat ingin saya sukses," ucapnya.
Namun, impian Lubis untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) pun sirna, setelah mengetahui dirinya tidak lulus passing grade SKD kali ini.
Dengan nada memelan, dia pun merasa hal tersebut bukan suatu penyesalan, karena setidaknya guru di salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) ini, sudah mendapatkan pengalaman pertamanya mengikuti seleksi SKD dengan sistem CAT.
"Jadi motivasi bang buat kedepannya. Karena kesempatan juga masih terbuka lebar di tahun-tahun berikutnya. Paling tidak saya bisa cerita sama teman-teman pengalaman saya beberapa hari di Bangka," terangnya.
"Mudah-mudahan ini langkah kesuksesan saya yang tertunda. Besok saya balik, karena mau kembali mengajar," lanjutnya.
Berbeda dengan Lubis, Sabri pelamar asal Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengungkapkan rasa syukurnya kepada Allah SWT karena dapat lulus passing grade tes SKD yang digelar pada sesi kedua hari ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ridwan-lubis2.jpg)