Berita Sungailait

Pemkab Bangka Bertekad Turunkan Angka Stunting dari 12 Persen Jadi 8 Persen

Pemkab Bangka melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka menargetkan akan menurunkan angka stunting dari 12 persen pada 2019

Pemkab Bangka Bertekad Turunkan Angka Stunting dari 12 Persen Jadi 8 Persen
bangkapos.com/Edwardi
Kegiatan penandatanganan MoU Dinas Kesehatan Bangka dengan Kemenag Kabupaten Bangka mengenai Kesehatan Reproduksi Bagi Para Calon Pengantin di Hotel ST 12 Sungailiat, Rabu (05/02/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemkab Bangka melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka menargetkan akan menurunkan angka stunting dari 12 persen pada 2019 menjadi 8 persen pada tahun 2020 ini.

Dulunya pada 2013, angka stunting ini masuk prioritas nasional dan bersyukur hingga saat ini berhasil terus diturunkan.

Hal ini diungkapkan Dr Then Suyanti, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka usai kegiatan penandatanganan MoU Dinas Kesehatan Bangka dengan Kemenag Kabupaten Bangka mengenai Kesehatan Reproduksi Bagi Para Calon Pengantin di Hotel ST 12 Sungailiat, Rabu (05/02/2020).

Kegiatan ini dihadiri Asisten 1 Setda Bangka, Teddy Sudarsono, Kepala Kemenag Bangka H Paidi, para kepala puskesmas, para kepala KUA dan tamu undangan lainnya.

" Jadi kita ingin menurunkan angka stunting salah satunya adalah persiapan calon ibu, jadi kita mulai masuk melalui pendekatan lintas agama" kata Then.

Dijelaskannya sebelum pengesahan pernikahan di Dukcapil maka calon pengantin perlu ada. pembekalan secara agama dan kesehatan.

"Memang saat ini kalau di KUA sudah program.pembekalan bagi calon pengantin, kalau menikah di Dukcapil belum ada pembekalan itu, karena untuk menurunkan angka stunting dan kematian ibu dan bayi saat melahirkan," ujar Then.

Menurutnya para calon pengantin ini memang perlu diberikan pembekalan bagaimana cara menjadi istri/suami yang baik, cara mengasuh anak yang baik, bagaimana perawatan prakehamilan, saat kehamilan dan melahirkan serta kesehatan reproduksinya wajib diberikan pembekalan.

"Jadi sekarang ini calon pengantin bukan hanya menikah begitu saja tetapi perlu juga dibekali pengetahuan kesehatannya dan juga ajaran agama dari tokoh agamanya, jadi pembekalan kesehatannya ini ikut masuk berbarengan supaya angka stunting dan angka kematian ibu dan bayi bisa terus diturunkan, meskipun sekarang ini sudah cukup bagus tetapi kita ingin lebih kuat dan baik lagi," jelas Then.

Diterangkannya, dalam realisasinya calon pengantin diberikan penyuluhan dan diperiksa kesehatannya sebelum menjalani pernikahan.

"Calon pengantin diperiksa HIV/AIDS, Hepatitis, Hb dan lainnya, kalau memang ada yang positif maka akan diedukasi cara penanganannya supaya jangan terjadi penularan," tukas Then

Ditambahkannya demikian juga dengan angka kematian ibu dan anak juga terus menurun, namun upaya edukasi harus terus dilakujan, salah satunya mempersiapkan calon ibu ini

"Karena kalau ibu hamil harus diberikan asupan vitamin yang cukup dan pemeriksaan kesehatannya cukup maka biasanya angka stuntingnya akan turun, tetapi bila dia nggak peduli dengan kehamilannya maka asupan gizinya berkurang sehingga saat bayi dilahirkan sudah bisa kelihatan kondisi stuntingnya, misalnya si bayi berukuran pendek atau dibawah ukuran bayi normal," jelas Then

(Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved