Rabu, 29 April 2026

Tertibkan Kawasan Pasar Ratu Tunggal

Penjual Baju Dadakan di Jalan RE Martadinata Pangkalpinang Semakin Menjamur

Pedagang mengatakan, hanya membayar uang sebesar Rp200 ribu per satu bulan kepada oknum-oknum tertentu di sana.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Dedy Qurniawan
Bangkapos.com / Andini Dwi Hasanah
Suasana semakin banyak penjual baju dadakan di Jalan RE Martadinata, Kota Pangkapinang, Jumat (14/2/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pedagang baju dadakan di Jalan RE Martadinata atau tidak jauh dari pasar burung Kota Pangkalpinang semakin hari semakin menjamur.

Penjual dadakan ini memenuhi trotoar di pinggir jalan menuju Kampung opas kota Pangkalpinang.

Berdasarkan pantauan Bangkapos.com, sedikitnya ada lima deretan penjual baju yang mendirikan sebuah lapak berpondokan kayu, beratapkan seng dan berterpal biru.

Di lapak-lapak ini, para pedagang menjajakan baju kemeja, baju kaus, celana jeans, hingga pakaian dalam dan dijual dengan harga lebih miring ketimbang harga di pasaran pada umumnya.

Satu diantara pedagang dadakan yang enggan menyebutkan namanya mengaku, dirinya telah berjualan di trotoar Jalan RE Martadinata tersebut sejak tiga tahun yang lalu.

"Awalnya jualan ke kampung-kampung, sudah bertahun-tahun jualan baju ini lah, kalau di sini sudah sejak tiga tahun yang lalu, tidak pernah ada yang mau ngusir," ujarnya saat ditanyai Bangkapos.com 

Sementara ketika ditanyai terkait pembayaran per bulan, ia mengatakan, hanya membayar uang sebesar Rp200 ribu per satu bulan kepada oknum-oknum tertentu di sana.

Sedangkan untuk pembayaran iuran kepada pemerintah kota, tidak ada.

"Hanya pembayaran lewat oknum-oknum tertentu di sini itu lah Rp200 ribu per bulannya, kalau ke pemerintah tidak ada selama ini, kami saja kadang sepi (pembeli),  kadang sehari saja tidak dapat uang sama sekali," ucapnya

Dia mengaku terpaksa harus berjualan di trotoar tersebut sebab dirinya tak sanggup jika harus membayar uang sewa yang mahal di kios-kios.

"Mana lah sanggup kita kalau harus bayar perbulan mahal di kios BTC itu kan misalnya, kalau di sini kan tidak bayar, lumayan hasinya bisa untuk yang lain," tuturnya

Sementara itu, Ade, pondok di sebelahnya, yang juga berjualan baju dan celana mengatakan, dirinya sudah sejak satu tahun belakangan membuka lapak jualan baju di trotoar tersebut.

"Baru satu tahun ini lah kami jualan disini, kalau masalah bayaran saya kurang tahu itu kakak saya, tapi kalau bayar ke pemerintah tidak ada," ucapnya. 

Jalan di Depan Pasar Atrium Tampak Sesak

Sementara itu, - Jalan di depan Pasar Atrium Pangkalpinang masih tampak sesak oleh penjual dan pedagang kaki lima yang menghampar jualan mereka di sisi kiri dan kanan jalan, Jumat (14/2/2020).

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved