HORIZZON
Hadirkan Beribu Senyuman di Pangkalpinang
Molen mampu menangkap problematika perkotaan dengan menyediakan ruang publik yang nyaman bagi warganya
MOLEN yang energik dan visioner tak butuh waktu lama untuk membuat Kota Pangkalpinang menjadi bersinar. Walikota dengan senyumnya yang khas ini mampu menyulap Kota ini menjadi lebih berwarna, lebih tertata dan mengasyikkan.
Jargon “Pangkalpinang Kota Beribu Senyuman” yang diinisiasi Walikota Maulana Akil benar-benar membuat Pangkalpinang mulai merias diri. Kawasan Alun-alun yang menjadi jantung kota disulap menjadi publik space yang asyik.
Perubahan makin kentara saat malam, dimana lampu-lampu yang dipasang semakin membuat suasana semakin hangat.
Saat kita duduk di kawasan Alun-alun bersama relasi bisnis, atau teman sejawat lainnya, diskusi menjadi lebih mengasyikkan.
Ide segar dan bahkan liar mampu melahirkan gagasan-gagasan baru untuk membangun peluang bisnis baru dan lainnya.
Ditambah dengan kopi hangat, maka serasa pikiran kita liar merajut harapan.
Dan memang inilah salah satu fungsi dari publik space yang nyata betul kita lihat menjadi perhatian dari seorang Molen.
Wajah Baru Pangkalpinang ini tentu bukan terletak pada siapa yang mengerjakannya. Bukan, bukan itu poinnya, tetapi pada ide liar siapa yang ada di baliknya.
Tak hanya di seputaran Alun-alun Taman Merdeka. Wajah baru Pangkalpinang juga terlihat nyata di kawasan Simpang 7. Ruas jalan di kawasan tersebut juga bersolek. Bola-bola beton ditata rapi di trotoar.
Selain menambah keindahan, keberadaan bola-bola beton yang bisa dimanfaatkan untuk duduk santai ini juga mencegah kendaraan roda empat parkir di atas trotoar.
Masih kurang lengkap, trotoar di sepanjang ruas Simpang 7 hingga ke Arah Trans Mart juga berbenah. Selain trotoar ditata dengan baik, diberi bola beton, sejumlah kursi taman juga disediakan.
Lagi-lagi, Molen mampu menangkap problematika perkotaan dengan menyediakan ruang publik yang nyaman bagi warganya. Bagi anak-anak, Molen juga menghadirkan dinosaurus ke penggal Simpang 7.
Dan betul memang, kehadiran sejumlah dinosaurus tersebut menjadikan kawasan ini menjadi lebih ikonik dan arena bermain gratis untuk anak-anak perkotaan.
Anak-anak kota yang juga harus menerima imbas problematika perkotaan bisa bersantai dan bermain di tempat ini.
Seringkali kita melihat orangtua sengaja mengajak anak-anaknya sekadar makan atau berfoto dengan patung-patung dinosaurus tersebut.