Kemenlu Diminta Tak Buru-buru Evakuasi WNI di Jepang, Ini Alasannya

Kementerian Kesehatan meminta agar Kementerian Luar Negeri tidak buru-buru mengevakuasi 75 WNI kru kapal Diamond Princess

AFP/CHARLY TRIBALLEAU
Kapal Pesiar The Diamond Princess yang mengangkut sekitar 3.600 orang yang terpaksa dikarantina di dalam kapal karena ditakutkan tertular virus corona, berlabuh di Terminal Kapal Dermaga Daikoku, Yokohama, Jepang, Senin (10/2/2020). Total terdapat 78 WNI yang menjadi kru kapal tersebut, dengan empat di antaranya positif terjangkit virus corona. 

BANGKAPOS.COM - Kementerian Kesehatan meminta agar Kementerian Luar Negeri tidak buru-buru mengevakuasi 75 warga negara Indonesia (WNI) kru kapal Diamond Princess yang sedang menjalankan karantina akibat COVID-19.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, menyebutkan, perlu ada kajian yang panjang dahulu.

"Menkes memberikan saran ke Menlu untuk tidak buru-buru menjemput mereka seperti di Hubei karena harus ada kajian lebih dalam lagi," kata Yuri di Rakerkesnas Kementerian Kesehatan, di Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020).

Alasan kajian tersebut karena proses penyebaran COVID-19 di Kapal Diamond Princess dinilai lebih kompleks dibandingkan di Wuhan.

Terlihat dari makin banyaknya penumpang kapal yang dinyatakan positif COVID-19 ditengah-tengah masa karantina kapal yang berlangsung selama 14 hari.

"Ada yang positif (COVID-19) hari kelima, keenam, ketujuh, dan WNI kita ketika hari ke-10 sakitnya, hari ke-11 pun masih ada yang positif. Yang kita takutkan ada penularan berkesinambungan, ini yang menyebabkan cukup kompleks," tutur Yuri.

Jumlah penumpang yang positif COVID-19 di Kapal Diamond Princess diperkirakan terus bertambah karena sirkulasi udara yang tertutup selama 14 hari masa karantina.

"Kapal pesiar ini memiliki sirkulasi udara yang relatif tertutup, seperti di rungan saja didinginkan dengan AC itu hanya muter gitu saja udaranya. Ini yang jadi kesulitan kenapa di Diamond Princess jadi beda," ujar Yuri.

Sementara, saat ini ada 244 penumpamg Kapal Diamond Princess yang positif COVID-19, termasuk tiga WNI yang proses perawatannya ditangani otoritas kesehatan Jepang. (Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy)

 Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Takut Ada Penularan Berkesinambungan, Kemenkes Minta Kemenlu Tak Buru-buru Evakuasi WNI di Jepang

Editor: suhendri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved