Nelayan Sungailiat Hilang
Bukan Tiga, Ternyata Ada Empat Nelayan Sungaliat yang Dinyatakan Hilang Saat Melaut
BPBD Kabupaten Bangka telah mendatangi rumah keluarga korban guna menghimpun data lebih otentik, Rabu (4/3/2020).
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ternyata ada empat nelayan di Kapal (KM) Jihan Sakira.
Awalnya, dilaporkan nelayan yang dinyatakan hilang berjumlah tiga orang.
Nelayan pancing itu melaut sejak 14 hari lalu dan hingga malam ini, Rabu (4/3/2020) tak diketahui kabarnya.
BPBD Kabupaten Bangka telah mendatangi rumah keluarga korban guna menghimpun data lebih otentik, Rabu (4/3/2020).
"Jumlahnya ada empat nelayan (maaf sebelumnya tertulis tiga -red). Empat nelayan ini menggunakan Kapal, KM Jihan Sakira. Mereka masing-masing Nahkoda Agus Salim (38), ABK Hanafi Umar Barbalia (33), Muhardy (20) dan Febri (belum punya KTP). Hingga malam ini nasib mereka belum diketahui secara pasti karena belum ada kabar," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka, Ansori Muslim kepada Bangka Pos, Rabu (4/3/2020) malam.
Dugaan hilangnya empat nelayan tersebut dilaporkan oleh Guntur, yang merupakan keluarga Nahkoda, Agus Salim.
"Laporan kami terima dari kakak saudara nahkoda yang bernama Guntur, menyatakan adiknya Agus sampai hari ini sudah 13 hari belum pulang," jelas Ansori.
Data yang berhasil dihimpun lanjut Ansori, diduga lokasi terakhir empat nelayan itu memancing berada di sekitar perairan koordinat 00° 40' 48" S 106° 09' 60" T, padaTanggal 20 Februari 2020 pukul 09.00 WIB lalu.
Setelah itu, tak terdeteksi lagi koordinat kapal atau empat nelayan yang dimaksud.
"Makanya sedang diproses untuk disebarkan kepada narkoba kapal-kapal di sekitaran Perairan Pulau Dua dan Kantor SAR Tanjungpinang karena KM Jihan Sakira ketika itu diduga sudah masuk ke wilayah kerja Kantor SAR Tanjungpinang," kata Ansori yang juga mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Basarnas Pangkalpinang.
"Yang jelas hari ini kita sudah datangi kediaman keluarga Agus Salim di Lingkunban Nelayan II Sungailiat Bangka," katanya.
Sebelumnya siang tadi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka telah mendalami informasi dugaan hilangnya tiga nelayan asal Sungailiat di lautan.
Terkait dengan hilangnya tiga nelayan itu, BPBD Bangka berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Basarnas.
"Sudah didalami informasinya. Kami sudah kroscek dan A1 (informasi akurat)," kata Kepala BPBD Kabupaten Bangka, Ansori Muslim, Rabu (4/3/2020) ketika dikonfirmasi Bangkapos.com terkait laporan dugaan tiga nelayan hilang setelah 13 hari melaut.
Ansori memastikan laporan resmi pihak keluarga korban sudah diterima. Karena itu pula BPBD Bangka dan pihak terkait menyiapkan langkah yang bakal dilakukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/bpbd-cari-dul-congek.jpg)