Rabu, 22 April 2026

Virus Corona di Bangka Belitung

Pemkot Pangkalpinang Ambil Langkah Antisipasi Perayaan Cheng Beng dan Isra Miraj

Dampak penyebaran virus corona atau Covid-19 yang marak terjadi, membuat Pemerintah Kota Pangkalpinang serius mengambil langkah untuk antisipasi

Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Ira Kurniati
Musyawarah membahas antisipasi pelaksanaan acara keagamaan, yakni Cheng Beng maupun Isra Miraj , di Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Jumat (20/3/2020 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Dampak penyebaran virus corona atau Covid-19 yang marak terjadi, membuat Pemerintah Kota Pangkalpinang serius mengambil langkah untuk antisipasi pelaksanaan perayaan keagamaan, yang sebentar lagi dilaksanakan yakni Cheng Beng dan Isra Mi'raj.

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen), menyebutkan, wabah Covid-19 jangan dianggap enteng dan dipandang sebelah mata meskipun Bangka Belitung hingga saat ini masih zero Covid-19.

Namun, Molen tetap mengambil langkah untuk keselamatan masyarakat agar mengurangi keramaian dan berkumpul saat melaksanakan acara keagamaan.

Dia mengimbau, puncak perayaan Cheng Beng pada tanggal 4 April mendatang, dapat dilaksanakan di rumah saja tanpa harus berkumpul di keramaian..

Hal ini sudah dimatangkan oleh pemkot bersama forkopimda, tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat di Pangkalpinang.

"Kami mengimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah yang sifatnya berkumpul. Yang ingin melaksanakan tidak dilakukan beramai-ramai bisa di kerjakan di tempat masing-masing," pesan Maulan Aklil yang akrab disapa Molen usai musyawarah bersama sejumlah tokoh dan Forkopimda, Jumat (20/3/2020).

Bahkan menurut Molen, dari informasi yang diperolehnya, banyak umat Konghucu dari luar negeri yang membatalkan kepulangan mereka ke Pangkalpinang, karena menyadari kondisi ini sangat membahayakan dan mengorbankan nyawa.

Meski demikian, Molen menyebut, masyarakat tidak perlu khawatir menjalankan sembahyang kubur atau Cheng Beng, karena ada alternatif yang tetap bisa dilakukan.

Dia menegaskan,fForkopimda bersama Pemkot dan seluruh tokoh siap menjaga Pangkalpinang terhadap penyebaran virus corona.

Perwakilan Umat Konghucu, Hendri, mengtakan, Cheng Beng merupakan ritual tahunan umat Konghucu untuk berbakti pada leluhur. Namun, kondisi penyebaran virus corona saat ini menjadi perhatian bagi semua pihak, termasuk mereka yang ingin menjalankan ritual tersebut.

Hendri menuturkan, pihaknya membuat alternatif dan menyetujui acara puncak Cheng Beng dilakukan di rumah masing-masing atau disebut dengan Thong Thian.

Ini merupakan ritual dengan menaruh altar di depan rumah dan sembahyang menyebut nama leluhur mereka.

"Cheng Beng memang ritual berbakti kepada leluhur, tapi dalam ajaran kami, menjaga kesehatan diri sendiri yang masih hidup lebih penting baktinya, daripada mengorbankan kesehatan untuk melaksanakan sembahyang ini," kata Hendri.

Dia mengimbau kepada umat Konghucu yang ingin melaksanakan Cheng Beng, dapat menghindari keramaian dan melaksanakan di rumah masing-masing untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan demi kemaslahatan bersama.

Dia berharap, dengan bergandengan tangan melawan wabah ini, masyarakat Pangkalpinang dapat terhindar dari bahaya tersebut.

Sementara itu, untuk perayaan Isra Mi'raj yang biasanya digelar dengan nganggung di masjid-masjid, Molen mengimbau pengurus masjid untuk menunda acara tersebut.

Jika pun tetap dilakukan, dia meminta pengurus masjid menyiapkan masker kepada masyarakat yang hadir, menyediakan hand sanitizer dan duduk pun diatur untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
(Bangkapos.com/Ira Kurniati)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved