Jumat, 17 April 2026

Virus Corona

Warga Malaysia Serbu Supermarket Setelah Perdana Menteri Umumkan Lockdown

Lebih Parah dari Indonesia, Warga Malaysia Panik dan Serbu Supermarket Setelah Lockdown!

Editor: fitriadi
Malaymail.com
Lebih Parah dari Indonesia, Warga Malaysia Panik dan Serbu Supermarket Setelah Lockdown! Supermarket Singapura Sampai Kena Dampaknya! 

BANGKAPOS.COM - Gempar virus corona terjadi hampir di seluruh dunia.

Yang terbaru, negara tetangga mengalami lockdown.

Pengumuman lockdown ini disampaikan langsung Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin.

Keputusan melakukan lockdown demi menghentikan penyebaran virus corona.

Lockdown ini dilakukan selama dua minggu sejak 18-31 Maret 2020.

Malaysia akan menutup semua bisnis kecuali toko yang menjual makanan dan kebutuhan sehari-hari.

Apa Itu Lockdown?

Sama seperti di Indonesia, pengumuman lockdown ini membuat warga panik dan langsung menyerbu supermarket. 

Imbasnya bahkan terasa sampai di supermarket di Singapura. 

Panic Buying di Malaysia

Dilansir dari Malaysia Mail, Rabu (18/3/2020), situasi lockdown membuat warga Malaysia panik dan memborong kebutuhan pokok di supermarket-supermarket di Negeri Jiran itu.

Gambar dan video yang diunggah di media sosial memperlihatkan supermarket dan toko-toko dipenuhi antrean yang mengular.

Apa Arti Social Distancing? Diyakini Efektif Mencegah Penyakit Menular Virus Corona

Masyarakat yang memadati supermarket tampak memenuhi troli belanja hingga penuh. Beberapa rak di supermarket juga terlihat sudah kosong.

Seorang pengguna Twitter dengan akun @Mkhairulazri memposting foto-foto orang yang panik di Tesco yang berlokasi di Cheras, Selangor.

Panic buying di Malaysia
Panic buying di Malaysia (Malaymail.com)
"Sepertinya orang-orang membeli bahan-bahan makanan karena Covid-19. Terlihat antrean panjang di semua konter," tulis Khairul Azri.

Sementara itu lewat akun Twitter resminya, Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Urusan Konsumen Malaysia atau KPDNHEP mengimbau masyarakat agar tak panik dengan berita palsu atau hoax terkait virus corona.

"Berita dan pesan yang kaitannya dengan saran Departemen Kesehatan yang mendesak masyarakat untuk membeli bahan makanan adalah berita palsu," tulis KPDNHEP.

3 Pasien Sembuh dari Virus Corona Berbagi Tips Agar Sembuh dari Covid-19

Sumber: Sajian Sedap
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved