Kamis, 16 April 2026

PDP Corona Bangka Selatan Meninggal

PDP Meninggal Dunia Sempat Dirawat di Pusyandik Basel dan Dinyatakan Sembuh, Masih Tunggu Hasil Lab

Hingga saat ini mereka juga belum bisa mengetahui apakah pasien positif atau negatif corona karena masih menunggu hasil laboratorium.

Penulis: Riki Pratama | Editor: Dedy Qurniawan
Freepik.com
Ilustrasi virus corona. 

Satu PDP Yang Meninggal Dunia Sempat Dirawat di Pusyandik Bangka Selatan dan Dinyatakan Sembuh, Masih Tunggu Hasil Lab

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Babel, dr Astrid, menjelaskan terkait satu pasien dalam pengawasan (PDP) asal Bangka Selatan yang meninggal dunia.

Dijelaskan, sampel pasien tersebut sudah diambil oleh pihak laboratorium Dinas Kesehatan Babel.

Pasien dengan status PDP tersebut, dikatakan Astrid, semula sempat dinyatakan sembuh, sebelum akhirnya meninggal dunia.

Hingga saat ini mereka juga belum bisa mengetahui apakah pasien positif atau negatif corona karena masih menunggu hasil laboratorium.

"Masuk ke RS Siloam kemarin, kita sudah mengambil sampel hari ini untuk langsung dilakukan pengiriman agar bisa diketahui hasilnya,"kata dr Astrid yang juga Kepala UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Babel, kepada wartawan, Jumat (27/3/2020) di Posko Gugus Tugas Covid-19.

Dia menambahkan, pasien tersebut sempat dirawat di Pusyandik Toboali, Bangka Selatan dan dinyatakan sembuh.

"Ceritanya pasien sempat dirawat di Pusyandik Basel Minggu lalu, kita mau ambil sampel, pasien sudah sembuh dan pulang waktu disana, yang mengambil sampel belum sempat kesana mengambil sampel karena sudah sembuh dan pulang,"lanjutnya.

Namun, pada saat pasien dibawah ke RS Siloam petugas laboratorium, kembali mendatangi pasien, menyampaikan bahwa pasien tersebut merupakan pasien terdahulu yang belum sempat diambil sampel swabnya.

"Begitu tim kami turun mengambil sampelnya, ternyata pasien ini yang di Basel, sama, karena hanya sebagai petugas lap, mereka tidak menanyakan apa saja, tidak sampai ke situ,"jelasnya.

Sementara, Direktur Depati Hamzah dr Fauzan, mengatakan kondisi pasien sudah sangat buruk dengan riwayat pernah melakukan perjalanan dari Medan menghadiri acara keagamaan.

"Pernah menghadiri acara keagaaman di Medan dalam kondisi sudah kurang bagus, namun tidak bisa dikaitkan permasalahan tersebut masuk kategori dengan melihat riwayat perjalanan, tetapi belum bisa dipastikan, karena dulu juga ada pasien yang pulang Umroh dengan sakit paru-paru disiolasi, namun hasil pasiennya negarif, ini kemungkinan PDP, tetapi belum pasti ke arah Covid-19,"katanya 

Dievakuasi Sesuai Protap

Satu pasien dalam pengawasan (PDP) dikabarkan meninggal di Rumah Sakit Siloam Bangka Tengah.

Business Development Division Head RS Siloam Bangka Tengah, Yohan Gusanto membenarkan hal tersebut.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved