Selasa, 5 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Masker Banyak Diburu Masyarakat, di Pangkalpinang Pedagang Pun Mulai Bermunculan

Saat ini masker paling banyak diburu oleh masyarakat untuk mencegah penyebaran virus corona. Pedagang masker berbahan kain pun bermunculan

Tayang:
Penulis: Widodo | Editor: Hendra
Bangkapos/Widodo
Pedagang masker menjual dagangannya di tepi jalan ditengah wabah virus corona di Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Di tengah pandemik Covid-19 yang terjadi saat ini nampaknya dimanfaatkan dengan baik oleh UMKM di Pangkalpinang.

Saat ini masker paling banyak diburu oleh masyarakat untuk mencegah penyebaran virus corona.

Nah, menjawab kebutuhan masyarakat ini UMKM di Pangkalpinang banyak yang memproduksi masker berbahan kain.

Dan tentunya ini dapat menjadi penghasilan tersendiri. Baik pembuatnya maupun pedagangnya untuk menambah biaya kebutuhan hidup.

Berdasarkan pantauan Bangkapos.com disekitaran Selindung Baru Kota Pangkalpinang menemui berapa penjual masker di tepi jalan.

Letak dari beberapa pedagang tersebut tidak begitu jauh yakni pedagang pertama seoarang ibu-ibu berjualan di depan KFC samping SPBU Selindung Baru.

Kemudian jarak beberapa meter tepatnya di penjualan parabotan ada juga jualan masker dan yang ketiga tepatnya di gerbang masuk BEC Cinema dekat ATM ada juga penjual masker di tepi jalan.

Bangkapos.com mencoba menghampiri penjual masker, satu diantaranya adalah Beni yang berjualan di depan BEC Cinema.

Beni warga asal Padang tersebut menjual masker dengan beberapa jenis yakni masker biasa, skuba, dan slayer.

Menurutnya, harga per satuannya rata-rata Rp 10 Ribu dan Rp 15 Ribu, apabila beli dua kadang dikasih diskon harga.

Dari keselurahan masker tersebut terdapat beragam warna yang tersedia.

Masker yang ia jual merupakan barang lokal produk UMKM Bangka Belitung yang diperolehnya dari Baseman dan ada juga masker yang dikirim dari Jakarta.

"Perbedaannya kalau dari Jakarta bahannya lebih bagus yaitu Skuba, kalau dari Bangka bahannya kain," ucap Beni saat ditemui oleh Bangkapos.com, Kamis (9/4/2020).

Diakui Beni, ia berjualan masker baru 2 hari dengan hari ini.

"Penjualan yang kemarin lakunya 20 buah, campuran ada yang harga Rp 10 Ribu dan Rp 15 Ribu," ucapnya.

Beni memulai aktivitas berjualannya sejak pukul 5 pagi sampai pukul 11 siang, kemudian dilanjutkan pukul 13 siang sampai pukul 17 sore.

(Bangkapos.com / Widodo)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved