Ramadan 2020
Tata Cara Qadha Puasa Ramadan
qadha puasa tidak boleh dibatalkan kecuali ada halangan yang dibolehkan dalam berpuasa Ramadan.
3. Tidak Gila
Syarat sah puasa selanjutnya adalah memiliki akal atau tidak gila. Pengertian gila dimaksud karena cacat mental maupun disebabkan mabuk dan tidak diwajibkan menjalankan ibadah puasa dan wajib menggantinya di kemudian hari.
Syarat sah puasa itu berdasarkan hadist riwayat Abu Daud dan Ahmad:
Arab: رُفِعَ اْلقَلَمُ عَنْ ثَلَاثٍ عَنْ النّائِمِ حَتّى يَسْتَيْقِظُ وَعَنِ اْلمَجْنُوْنِ حَتّى يُفِيْقَ وَعَنِ الصَّبِىِّ حَتَّى يَبْلُغَ
Artinya: Tiga golongan yang tidak terkena hukum syari: orang yang tidur sampai ia terbangun, orang yang gila sampai ia sembuh, dan anak-anak sampai ia baligh.
4. Mampu
Selain ketiga syarat puasa di atas, umat Islam yang ingin menjalankan puasa harus dalam kondisi mampu atau kuat mengerjakan puasa. Bila tidak mampu, maka diwajibkan untuk mengganti di bulan berikutnya atau membayar fidyah.
5. Melihat Hilal
Syarat sah puasa terakhir adalah mengetahui awal bulan Ramadhan dengan cara melihat hilal secara langsung dan persaksian dapat dipercaya. Namun, bila tidak dapat dilihat maka menentukan awal bulan Ramadhan dengan menghitung bulan Syaban menjadi 30 hari.
Nabi Muhammad bersabda dalam riwayat Imam Bukhari mengenai syarat sah puasa
Arab: صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُواعِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ
Artinya: berpuasa dan berbuka lah karena melihat hilal, dan apabila hilal tertutup awan maka sempurnakanlah hitungannya bulan menjadi 30 hari.
Rukun Puasa Ramadan
1. Niat
Niat puasa Ramadhan diucapkan dalam hati, boleh juga dilapazkan dengan lidah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/marhaban-ya-ramadan-selamat-datang-ramadan.jpg)