Jumat, 8 Mei 2026

Setelah Cerai dari Rossi, Lorenzo Mengaku Kecewa di Ducati dan Honda

Di dua tim barunya itu, Jorge Lorenzo tidak terlalu bersinar seperti saat menjadi tandem Valentino Rossi di Yamaha.

Tayang:
twitter.com/HRC_MotoGP
Momen saat pembalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo berada di depan Valentino Rossi pada MotoGP Italia 2019, Minggu (2/6/2019) 

BANGKAPOS.COM – Mantan pembalap MotoGP, Jorge Lorenzo sempat mencoba peruntungan di Ducati dan Honda setelah berpisah dari Yamaha.   

Di dua tim barunya itu, Jorge Lorenzo tidak terlalu bersinar seperti saat menjadi tandem Valentino Rossi di Yamaha.

  

Baru-baru ini,  Jorge Lorenzo, menjelaskan pengalamannya membela Ducati dan Honda sejak 2016 itu.

Sebelum menjadi pembalap penguji di tim Yamaha pada musim ini, Jorge Lorenzo pernah membalap untuk Ducati dan Honda.

Alih-alih mampu membawa kedua tim itu merebut gelar juara dunia seperti saat berada di Yamaha, Jorge Lorenzo justru tampil kesulitan.

Setelah hengkang dari Yamaha pada musim 2016, Jorge Lorenzo memilih Ducati sebagai pelabuhan barunya untuk mengarungi kerasnya kompetisi di kelas utama.

Selama dua musim membela pabrikan asal Italia itu, X-Fuera hanya mampu membukukan total tujuh kali podium dengan tiga kemenangan.

Semua kemenangan yang diraih Jorge Lorenzo bersama skuad Borgo Panigale diraih pada musim keduanya.

Ironisnya, setelah berhasil mengatasi paceklik kemenangan, Lorenzo memutuskan untuk tidak lagi membela Ducati dan hijrah ke Repsol Honda.

Bersama Repsol Honda, juara dunia tiga kali itu mengalami musim yang tragis dengan tanpa meraih sekalipun kemenangan pada musim lalu.

Rentetan hasil minor selalu diraihnya hingga akhirnya pria asal Spanyol itu memutuskan untuk gantung helm alias pensiun dari MotoGP.

Dalam sebuah wawancara, Jorge Lorenzo menuturkan bahwa tak ada hal lain yang diraihnya saat membela kedua tim tersebut selain kekecewaan.

Kekecewaan saat membela Ducati dikarenakan Lorenzo lebih memilih pergi saat dia sudah berhasil beradaptasi dan tampil kompetitif dengan motor Desmosedici.

Sementara saat membela Repsol Honda, pria berusia 32 tahun itu merasa gagal karena dia tidak pernah sekalipun mampu meraih hasil yang baik.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved