Jumat, 10 April 2026

Ini Batasan Umur dan Dampak Buruk Ketika Anak Kecanduan Bermain Gadget

Anak yang kecanduan bermain gadget akan mengalami beberapa hal seperti tidak bisa mengontrol perilaku dan daya konsentrasi terganggu

Penulis: Sela Agustika | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Facebook
Seorang anak kecanduan bermain gadget 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kemajuan teknologi saat ini nyatanya tak hanya merambat di kalangan anak muda dan orang dewasa, namun juga dirasakan oleh anak-anak di bawah umur.

Hal tersebut diakui oleh Psikolog SD Muhammadiyah Pangkalpinang dan Founder Flexischool PBD, Silmika Wijayanti.

Kemajuan teknologi seperti gadget akan berdampak buruk bagi perkembangan anak.

Anak yang kecanduan bermain gadget akan mengalami beberapa hal, seperti tidak bisa mengontrol perilaku, daya konsentrasi terganggu sehingga pemahaman menjadi buruk, malas untuk belajar dan akhirnya tidak mau ke sekolah.

"Hal ini muncul karena yang ada di pikirannya hanya ingin bermain gadget," ungkap Silmika kepada bangkapos.com, Senin (20/4/2020).

Selain itu selama berada di rumah, orang tua harus memberikan aktivitas dan kegiatan yang bersifat manual dan media kongkrit kepada anak.

"Ketika anak bermain sendiri, dipastikan itu bermain dengan media yang bersifat langsung dan kongkrit, misalnya bermain lompat dengan media karet, bermain lego dengan media lego langsung dan lainnya," jelasnya

Sementara itu orang tua juga harus merubah mindset bahwa berinteraksi dan beraktivitas bersama dengan anak-anak itu menyenangkan.

"Yang selama ini menjadi permasalahannya adalah orang tua yang membiasakan anaknya untuk tenang dengan diberikan gadget tanpa dibatasi waktu dan aturan. Sehingga menyebabkan anak kecanduan gadget karena pembiasaan yang dilakukan oleh orangtua," ujarnya.

Bermain gadget pada anak-anak juga memiliki batasan umur, seperti:

1. Anak pada umur 0 sampai 2 tahun tidak boleh sama sekali nonton televisi dan menggunakan handphone

2. Anak yang umurnya kurang dari 5 tahun boleh menggunakan handphone selama satu jam. Tetapi waktunya di split, tidak langsung satu jam

3. Anak yang umurnya lebih dari 7 tahun boleh menggunakan handphone selama dua jam dengan waktunya di split dan tidak langsung dua jam

Diakuinya kegiatan tersebut harus didampingi oleh orang tua dengan catatan anak-anak yang ada hambatan perkembangannya terhadap paparan screen televisi dan handphone tetap tidak boleh berinteraksi dengan screen lagi.

"Contoh kasus hambatan perkembangan, seperti speech delay, tidak fokus, ada masalah emosi, perilaku, dan lainnya. Nah yang paling penting adalah muatan interaksi gadget ke anak itu seperti apa. Kalaupun mau diberikan aplikasi yang bermanfaat dan edukatif, bukan hanya yang berbentuk kesenangan saja," tutur Silmika

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved