TIPS Aplikasi Softfurnishing Melalui Pilihan Warna, Corak dan Tekstur
Softfurnishing dikenal sebagai istilah untuk segala bentuk finishing interior yang terbuat dari kain dan serat.
Pola garis vertikal memberi kesan sempit dan tinggi, sedangkan garis horizontal berkesan lebar tapi rendah.
Pola ini paling sering diaplikasikan untuk memberi sentuhan pada dinding, baik melalui wallpaper atau dengan pemasangan kain sebagai background sebuah objek yang ingin ditonjolkan.
Corak bunga yang besar dengan warna yang mencolok pada sarung bantal yang diletakkan di ruang tamu yang sempit, akan memberi kesan ruang semakin penuh.
Untuk rumah mungil, sebaiknya hindari corak seperti ini.
Kecuali, jika memang pengaplikasiannya digunakan untuk memberi kesan dramatis pada satu elemen tertentu atau menjadi aksen untuk menghilangkan kemonotonan.

Tekstur Ekspresinya Timbulkan Sensasi
Tekstur merupakan salah satu elemen desain yang penting di samping warna, bentuk, dan corak.
Sebuah ruang atau objek yang kaya akan tekstur akan menimbulkan sensasi berbeda bagi yang melihatnya.
Dan setiap bahan menyajikan ekspresi tekstur yang berbeda dan unik.
Fungsi pengolahan tekstur pada saat mendesain adalah mengoptimalkan efek yang ditimbulkan oleh sebuah ekspresi fisik dari bahan yang digunakan.
Tekstur dalam sebuah kain akan menentukan lembut atau keras, kasar atau halus.
Sebuah bantal dengan sarungnya yang terbuat dari sutera berwarna putih akan memberi sensasi bagi yang melihatnya.
Hanya dengan melihat, sebuah kenyaman dan kelembutan akan terbayang saat bersandar pada bantal.
Contoh lain, karpet terbuat dari kain wol dengan warna cokelat tanah, memberi sensasi hangat sekaligus lembut saat talapak kaki berjalan di atasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/berbagi-idea-tips-sukses-aplikasikan-softfurnishing-melalui-pilihan-warna-corak-dan-tekstur.jpg)