KONSEP Desain Musala, Posisinya Lebih Tinggi hingga Perhatikan Elemen Taman
Walau hakikat doa utamanya dating dari hati, tak dapat dipungkiri bila suasana sekitar mendukung, maka bait-bait doa yang didaraskan menjadi lebih
Guna mempermudah perawatan, dipilih bahan keramik untuk lantai musala, karena mudah dibersihkan.
Selain perbedaan ketinggian level lantai, untuk menegaskan batas suci tersebut, musala ini dibangun di atas kolam.
Efek lain yang didapat, gemericik air kolam menambah kesan adem dan alami saat penghuni rumah beribadah di dalamnya.
Kayu untuk Mihrab
Untuk bagian mihrab dipilihlah unsur kayu guna menegaskan tema dekat dengan alam. Bilah-bilah kayu disusun secara horisontal membentuk sebuah bidang di bagian barat musala.

Sebagai hiasan digantunglah beberapa ornamen yang dihiasi tulisan kaligrafi.
Sebagai tempat penyimpanan, disediakan sebuah lemari kayu kecil tempat meletakkan sajadah, mukena, dan Al Quran.
Ini karena Al Quran sebaiknya diletakkan lebih tinggi dari lantai tempat kita berpijak.
Elemen Taman
Sebagai penanda entrance, diletakkan dua pot berisi tanaman lotus di depan anak tangga. Tanaman air juga ditanam di kolam di sekeliling musala.
Selain menghadirkan kesan hijau dan asri, tanaman-tanaman air ini menciptakan “dinding” yang menambah privasi di dalam musala.
Di waktu malam, lampu kayu yang ada di sudut jalan masuk ke musala menjadi aksen yang menarik selain menjalankan fungsi penerangan.
Jalan setapak menuju musala, dibuat dari susunan batu koral putih. Susunan batu ini juga berguna untuk mencegah kotornya kaki oleh tanah. (*)
Artikel ini tayang di Tabloid RUMAH edisi 102
https://idea.grid.id/read/092081054/tips-atur-posisi-musala-tak-hanya-karena-privasi-tinggi-mushola-juga-harus-nampak-lebih-sakral?page=all
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/tips-atur-posisi-musala-tak-hanya-karena-privasi-tinggi-mushola-juga-harus-nampak-lebih-sakral.jpg)