Selasa, 19 Mei 2026

KISAH Legenda PSM Makassar Syamsul Chaeruddin, 2 Kali Terusir Pelatih hingga Hengkang

PSM memiliki seorang pemain yang bisa dikata menjadi salah satu legenda. Dia adalah Syamsul Bachri Chaeruddin, sosok pemain bertenaga, keras,

Tayang:
muh abdiwan/tribuntimur.com
Syamsul Chaeruddin saat masih berbaju PSM mencium logo PSM saat laga PSM vs Bhayangkara FC di Liga 1 2017 di Stadion Mattoanging Andi Mattalatta, Makassar, Minggu (9/7/2017). 

BANGKAPOS.COM -  PSM memiliki seorang pemain yang bisa dikata menjadi salah satu legenda.

Dia adalah Syamsul Bachri Chaeruddin, sosok pemain bertenaga, keras, dan pantang menyerah.

Meski kini tak lagi bersama PSM, namun gelandang yang identik dengan rambut gonrong dan dijuluki Pavel Nedved-nya Indonesia, namanya tetap melekat di hati para suporter PSM.

Syamsul Chaeruddin merupakan produk asli binaan akademi PSM Makassar yang promosi ke skuat utama pada musim 2001.

Syamsul dikenal sebagai pemain dengan kharisma sebagai pemimpin, determinasi yang sangat tinggi, dan fisik di atas rata-rata pesepakbola Indonesia.

Syamsul membela PSM pada dua periode yang cukup panjang. Periode pertama saat pemain kelahiran Gowa ini masih muda, Ia memperkuat Juku Eja dari 2001-2010.

Hampir satu dekade membela PSM dan menjadi andalan di lini tengah, Syamsul membukukan 130 penampilan di semua ajang, dengan torehan 19 gol.

Masa-masa indah Syamsul bersama PSM mulai terusik saat Liga Super Indonesia (LSI) memasuki musim 2010/2011.

PSM yang kala itu mendatangkan pelatih Robert Rene Alberts, membuat posisi Syamsul jadi korban.

Robert tak memasukkan nama Syamsul dalam skema permainannya dan ‘memaksanya’ untuk hengkang.

Meski telah berkomitmen untuk pensiun dengan klub kebanggaannya itu, Syamsul terpaksa meninggalkan PSM.

Pemain PSM Makassar Syamsul Chaeruddin (kiri) saat pertandingan antara PSM Makassar melawan Barito Putra dalam lanjutan kompetisi Liga 1 di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging Makassar, Selasa (18/7/2017). Pertandingan berakhir seri 1-1 dan mengakhiri rekor PSM selalu menang di kandang.
Pemain PSM Makassar Syamsul Chaeruddin (kiri) saat pertandingan antara PSM Makassar melawan Barito Putra dalam lanjutan kompetisi Liga 1 di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging Makassar, Selasa (18/7/2017). Pertandingan berakhir seri 1-1 dan mengakhiri rekor PSM selalu menang di kandang. (TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN)

Robert yang sebelum melatih PSM, mampu membawa Arema menjuarai LSI, rupanya lebih memilih menggunakan gelandang muda Diva Tarkas.

Satu lagi pemain yang juga anak asuhnya saat masih di Arema Indonesia, Hendra Ridwan. Syamsul pun tak tahan.

Pilih Hengkang

Tahun 2011, Syamsul akhirnya berlabuh ke klub ibukota Persija Jakarta. Syamsul hanya setahun bersama Persija.

Selama di Persija, dari catatan Wikipedia, Ia cukup produktif dengan mengemas 12 gol dari seluruh pertandingan yang dimainkan bersama Macan Kemayoran.

Setahun berselang, Ia hengkang ke klub Sriwijaya FC yang bermarkas di Stadion Jakabaring, Palembang.

Dua tahun merantau bersama Persija dan Sriwijaya FC, Syamsul kembali lagi ke Makassar pada tahun 2012.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved