Jumat, 17 April 2026

Belajar dari Rumah di TVRI

Sosok Cak Durasim Seniman Teater Berkebangsaan Indonesia

Cak Durasim adalah seniman teater berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal sebagai pemrakarsa perkumpulan ludruk di Surabaya.

Editor: fitriadi
TRIBUNJATIM/HABIBUR ROHMAN
Pagelaran wayang orang dengan lakon Smaratapa di Gedung Cak Durasim, Surabaya, Jumat (26/10/2018). 

BANGKAPOS.COM - Program belajar dari rumah untuk Sabtu (2/5/2020) di TVRI menayangkan Cerita Indonesia: Cak Durasim.

Cerita Indonesia tayang setiap Sabtu dan Minggu untuk mengisi program belajar dari rumah di TVRI.

Kali ini, dalam Cerita Indonesia membahas tentang Cak Durasim.

Program belajar dari rumah Cerita Indonesia ini tayang pukul 10.00 hingga 10.30 WIB.

Siapa Cak Durasim

Dilansir dari Wikipedia, Cak Durasim adalah seniman teater berkebangsaan Indonesia.

Namanya dikenal sebagai pemrakarsa perkumpulan ludruk di Surabaya.

Cak Durasim telah meletakkan dasar berkesenian bagi para seniman tradisional di Indonesia.

Atas gagasan dan pengaruhnya terhadap dunia kesenian bagi generasi penerus, namanya dijadikan nama gedung dan festival di Jawa Timur.

Cak Durasim bernama asli Gondo Durasim. Ia lahir di Jombang, Jawa Timur.

Keris Madura Benda Pusaka Warisan Dunia

Cak Durasim merupakan seniman ludruk yang memprakasai perkumpulan ludruk di Surabaya.

Pada tahun 1937, ia mempopulerkan cerita-cerita legenda Soerabaja dalam bentuk drama.

Dalam setiap pertunjukan ludruk yang digelarnya sudah termasuk satu kesatuan dari tari remo yang menampilkan kepahlawanan, juga dagelan sebagai sisipan, dan baru kemudian masuk ke inti cerita.

Selain di Jombang, ia juga pernah mulai membentuk kelompok ludruk di Surabaya. Hal ini karena dalam pembentukannya ludruk tersebut disponsori oleh Tom alias Dr. Soetomo, tokoh pejuang perintis kemerdekaan yang terkenal di awal ke-20.

Kedatangan tentara Jepang tidak membuat kecil nyalinya. Bahkan pada tahun 1942 ketika tentara Jepang menguasai negeri ini, melalui ludruk sebagai media siar, ia membangkitkan semangat juang arek-arek Surabaya dalam mengkritik pemerintah penjajah, di dalam setiap pementasan drama ludruknya.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved