Senin, 13 April 2026

Virus Corona di Bangka Belitung

Cerita Selama Dikarantina, Ketua MUI Bangka: 24 Jam Ada Terus Mereka 

Syaiful mengatakan, rasa kekeluargaan yang sangat kental ditunjukan para petugas medis saat melayani para pasien.

Editor: Hendra
Bangkapos.com/Ramandha
Ketua MUI Kabupaten Bangka, Syaiful Zuhri 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ucapan terima kasih serta apresiasinya diberikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bangka, Syaiful Zuhri, kepada seluruh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-10, terutama para petugas medis yang bertugas merawat dan melayani pasien karantina di Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Hal ini sendiri didasari pengalamannya ketika menjalani karantina di Balai Karantina, LPMP Provinsi Bangka Belitung.

Syaiful mengatakan, rasa kekeluargaan yang sangat kental ditunjukan para petugas medis saat melayani para pasien.

Dengan sigap para petugas medis terus melayani permintaan para pasien ketika dibutuhkan, di sepanjang waktu karantina.

Mereka dinilai Syaiful sangat maksimal menjalankan pekerjaan tanpa memikirkan waktu dan tenaga.

"24 jam ada terus mereka. Mereka tidak pernah lelah memikirkan kami. Sangat telaten. Saya secara pribadi sangat berterima kasih," jelasnya kepada Bangkapos.com, Rabu (6/5/2020).

"Pernah saat itu butuh bantuan tengah malam, mereka tetap melayani sebaik mungkin," sebutnya.

Tidak hanya itu, pelayanan maksimal yang diberikan para petugas medis juga menjadi motivasi tersendiri bagi para pasien.

Dimana menurut pengakuan pasien lainnya, dikatakan Syaiful, mereka juga puas dengan kepedulian yang diberikan pemerintah, khususnya tenaga medis.

"Tetaplah semangat bekerja. InsyaAllah, semuanya dalam lindungan Allah SWT. Jangan lupa selalu minta lindungan-Nya," tutur Syaiful.

Usai dinyatakan negatif Covid-19, Ketua MUI Kabupaten Bangka ini juga tidak lupa memberikan motivasi terhadap pasien yang baru dinyatakan reaktif Covid-19 dan pasien lainnya agar selalu menumbuhkan rasa keyakinan di dalam diri.

Karena menurutnya, dengan rasa keyakinan yang terpatri di pikiran dan hati, dipercayai daya tahan tubuh akan meningkat.

Syaiful beralasan, sejak ia dikarantina, dirinya terus meyakinkan diri untuk terus sehat.

Selain itu, doa dan berserah diri kepada sang pencipta agar memberikan jalan terbaik kepada diri sendiri, menjadi penentu seseorang untuk tetap terus terjaga dan tentunya akan terus berada di dalam lindungan yang maha kuasa.

"Karena, setiap yang diuji oleh Allah SWT, kita terima dengan ikhlas, InsyaAllah akan meringankan beban kita. Maka saya yakin, Allah tidak buta dengan usaha kita," katanya.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved