Pasien Sembuh dari Corona Dipulangkan
Kisah M, Warga Pangkalbalam 35 Hari Berjuang Melawan Covid-19 hingga Sembuh, Bermula dari Semarang
Dalam kasusnya, M merasakan gejala berupa meriang atau tidak enak badan setelah pulang dari Semarang pada 15 Maret 2020.
Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Dedy Qurniawan
BANGKAPOS.COM, COM, BANGKA - Kabar baik datang dari Bangka Belitung.
Satu pasien yang sebelumnya positif Covid-19, M, warga Pangkalbalam, Pangkalpinang dinyatakan sembuh dan sudah dipulangkan ke rumahnya, Sabtu (9/5/2020).
M adalah satu dari dua pasien di Pangkalpinang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan sudah dipulangkan hari ini.
Ia menjalani karantina selama 35 hari dan berjuang hingga akhirnya dinyatakan sembuh dari Covid-19
Dalam wawancara dengan Bangkapos.com, M berpesan kepada masyarakat, khususnya pasien yang masih berstatus positif, untuk bersabar dan bergembira saat menjalani karantina.
"Peluang untuk sembuh itu sangat besar, jadi kita harus yakin penyakit ini bisa sembuh dan bisa disembuhkan. Kita harus punya harapan besar untuk sembuh harus kita yakini, karena penyakit ini belum ada obatnya yang bisa mengobati diri kita sendiri imunitas kita sendiri. Jadi saat dikarantina itu tugas kita hanya bersabar dan bergembira, karena virus itu ada masa inkubasinya dan itu akan hilang dengan sendirinya kita harus menjaga kualitas hidup kita," ujar M, Sabtu (09/05/2020).
Selain menyampaikan pesan motivasi, M yang diketahui adalah seorang PNS dari sebuah satuan kerja di Pangkalpinang ini juga membagi kisahnya awal mula dirinya terpapar virus Covid-19
Dalam kasusnya, M merasakan gejala berupa meriang atau tidak enak badan setelah pulang dari Semarang pada 15 Maret 2020.
"Kita enggak tahu apakah kita terpapar saat kegiatan, atau kita terpapar saat dijalan di fasilitas umum kita sama sekali gak tau persis. Saat kembali dari perjalanan itu memang badan kita merasa kurang nyaman seperti orang meriang, tetapi tidak mengalami demam tinggi, sesak nafas, batuk seperti gejala-gejala yang orang yang terkena Covid-19," tuturnya.
Sempat pergi untuk berobat, namun pada saat itu tetap tidak ada gejala Covid-19 pada dirinya.
Dia hanya meriang dan suhu tubuhnya pun saat itu di angka 36°.
"Lalu pada minggu ke-2 setelah saya berobat dan istirahat di rumah, memang ada gejala batuk-batuk ringan dan sempat juga mengeluarkan dahak. Tapi itu hanya 3-4 harian, setelah itu badan saya sudah pulih semula," ucapnya.
Walau keadaan sudah membaik, namun hasil dari rapid test yang dijalani M berkata lain yakni menunjukan hasil reaktif dalam pemeriksaannya.
"Hasil rapid test pada 3 April 2020 menunjukkan saya reaktif, kemudian ditindaklanjuti dengan swab test.
Untuk swab tes sendiri keluarnya cukup lama saat itu, karena saya terkonfirmasi positif tanggal 21 April 2020," jelasnya.
Usai dinyatakan reaktif M pun langsung menjalani karantina, dan selama karantina diakui M dirinya sudah tak memiliki gejala Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-coronaeqrqrqr.jpg)